Media Asuransi, JAKARTA – Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menilai kinerja pasar saham dalam negeri menunjukkan penguatan yang sangat solid pada akhir 2025 dan berlanjut hingga awal 2026.
Penguatan tersebut, tambahnya, mencerminkan terjaganya fundamental perekonomian nasional serta membaiknya sentimen global terhadap pasar keuangan Indonesia. Diharapkan kondisi itu pada ujungnya bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
“Pasar saham dalam negeri menunjukkan kinerja positif pada triwulan IV/2025, seiring terjaganya kinerja perekonomian nasional dan membaiknya sentimen global,” kata Mahendra, dikutip dari pernyataannya dalam rapat KSSK, Rabu, 28 Januari 2026.
Pada triwulan IV/2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.646,94 per 30 Desember 2025, menguat 7,27 persen secara kuartal ke kuartal (qtq) dan 22,13 persen secara tahunan (yoy).
|Baca juga: Bos BTN (BBTN): Perbankan Punya Peran Strategis Dukung Program 3 Juta Rumah di 2026
|Baca juga: Bos BTN (BBTN) Harap Aset BSN Tembus Rp130,8 Triliun di 2030
|Baca juga: BNI (BBNI) Siap Tancap Gas Dukung Program Prioritas Pemerintah, Ini yang Sudah Dilakukan
“Perkembangan tersebut ditopang oleh rata-rata nilai transaksi harian saham yang meningkat signifikan, serta nonresiden yang melakukan net buy di pasar saham sebesar Rp37,40 triliun,” jelasnya.
Memasuki awal triwulan I/2026, lanjut Mahendra, tren penguatan masih berlanjut. IHSG kembali mencatatkan kenaikan dan ditutup di level 8.951,01 per 23 Januari 2026, atau telah meningkat 3,52 persen secara year to date (ytd).
Menurut Mahendra, keberlanjutan tren positif ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan pemerintah dan otoritas dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sektor keuangan. “Capaian positif penghimpunan dana di pasar modal domestik (juga) tetap berlanjut,” ungkapnya.
Selain kinerja IHSG, capaian positif turut terlihat pada penghimpunan dana di pasar modal domestik. Sepanjang 2025, nilai penawaran umum di pasar modal Indonesia mencapai Rp274,80 triliun, meningkat dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp259,24 triliun.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
