1
1

OJK: Fundamental Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Solid di Tengah Multipolarisme Global

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan 2025 merupakan tahun yang diwarnai dengan peningkatan multipolarisme kebijakan global. Kondisi itu tidak ditampik memberikan efek tersendiri terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun demikian, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebutkan, kondisi fundamental perekonomian Tanah Air dan kinerja sektor jasa keuangan Indonesia terbilang solid sehingga menjadi fondasi yang sangat penting untuk keberlanjutan di masa mendatang.

“Kalau kita melihat kondisi fundamental perekonomian dan juga kinerja sektor jasa keuangan sangat solid, menjadi modalitas yang sangat penting untuk kelanjutan kita ke depan,” kata Friderica, dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2026, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Berangkat dari kondisi itu, Friderica memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah menggulirkan sejumlah program prioritas. Ia menilai program prioritas pemerintah yang digelontorkan telah memberikan efek positif terhadap aktivitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

|Baca juga: DPLK Avrist Luncurkan Aplikasi SIPURNA untuk Sasar Pekerja Informal

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Laba Rp56,3 Triliun di 2025

|Baca juga: Jos! Bank Mandiri (BMRI) Setor Dividen Rp225 Triliun dalam 25 Tahun Terakhir

“Kami berterima kasih atas seluruh program-program prioritas pemerintah, Pak Menko (Perekonomian Airlangga Hartarto) dan seluruh jajaran pemerintah yang hadir di mana program-program pemerintah yang bergulir telah menjadi motor penggerak perekonomian,” ujarnya.

Apresiasi yang diberikan Friderica bukan isapan jempol semata. Pasalnya, ia menjelaskan, sejumlah program prioritas yang dilaksanakan telah membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 terbilang tinggi, sejalan dengan rilis pertumbuhan ekonomi pada hari ini yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang impresif yang baru diumumkan hari ini (oleh BPS) sebesar 5,11 persen di 2025,” tukasnya.

|Baca juga: Airlangga Sebut Gejolak Pasar Modal Jadi Momentum Perbaikan Bursa Saham

|Baca juga: BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025

Di sisi lain, BPS melaporkan, ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan capaian 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post CIMB Niaga (BNGA) dan Cathay Menggelar CIMB Niaga Cathay Travel Fair 2026

Member Login

or