1
1

OJK Ramal Sektor Jasa Keuangan RI Tumbuh Solid di 2026, Ini Rincian Targetnya!

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi menyampaikan optimisme terhadap kinerja sektor jasa keuangan pada 2026 di tengah berbagai tantangan dan dinamika ekonomi global.

Frederica menegaskan kebijakan yang saat ini ditempuh regulator diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor keuangan secara berkelanjutan.

“Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dan juga kebijakan saat ini yang kita ambil maka kami optimistis lembaga keuangan tetap tumbuh berkelanjutan di 2026,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Dalam outlook sektor jasa keuangan 2026, OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan berada di kisaran 10-12 persen, seiring dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang diperkirakan mencapai 7-9 persen.

|Baca juga: OJK: Fundamental Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Solid di Tengah Multipolarisme Global

Selain perbankan, Kiki menyampaikan, kinerja sektor asuransi juga diperkirakan tetap mencatatkan pertumbuhan, dengan aset program asuransi diproyeksikan tumbuh di kisaran 5-7 persen. Sementara itu, aset program dana pensiun diperkirakan meningkat sebesar 10-12 persen.

OJK juga melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi pada sektor penjaminan. Menurut Frederica, aset program penjaminan diperkirakan tumbuh 14-16 persen, sedangkan piutang perusahaan pembiayaan diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-8 persen.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Laba Rp56,3 Triliun di 2025

|Baca juga: Jos! Bank Mandiri (BMRI) Setor Dividen Rp225 Triliun dalam 25 Tahun Terakhir

Dari sisi pasar modal, OJK menargetkan penghimpunan dana mencapai Rp250 triliun sepanjang 2026. Target tersebut diharapkan memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional. Lalu, pada sektor keuangan digital, OJK memproyeksikan lonjakan signifikan dalam pemanfaatan teknologi.

“Total permintaan skor kredit melalui innovative credit scoring diperkirakan mencapai 200 juta permintaan, nilai transaksi melalui agregator diproyeksikan tumbuh hingga Rp27 triliun,” terangnya.

Lebih lanjut, Kiki menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.

“Tentu saja kita semua mengharapkan sinergi dan kolaborasi dari Bapak-Ibu semua, memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026 ini dan untuk bersama-sama mendukung pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Tegaskan Lembaga Jasa Keuangan Komitmen Dukung Program Prioritas Pemerintah
Next Post Dukung Energi Hijau, OJK Siapkan Insentif Khusus untuk Industri Asuransi!

Member Login

or