1
1

Outlook Moody’s Jadi Negatif, Airlangga: Rating Indonesia Tetap Investment Grade

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Pemerintah merespons perubahan outlook peringkat utang Indonesia oleh Moody’s yang diturunkan dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, pemerintah menegaskan langkah tersebut tidak mengubah status peringkat kredit Indonesia yang masih berada pada kategori layak investasi atau investment grade.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan penyesuaian yang dilakukan Moody’s hanya berkaitan dengan pandangan ke depan, bukan penurunan peringkat kredit negara. Menurutnya, kondisi fundamental fiskal Indonesia masih terjaga.

“Kalau Moody’s kan dari segi peringkatnya tetap investment grade. Hanya Moody’s bicara mengenai outlook. Outlook itu membutuhkan penjelasan,” kata Airlangga, dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Airlangga menjelaskan pemerintah tetap berpegang pada disiplin fiskal yang ketat, dengan defisit anggaran dipertahankan di level tiga persen, serta rasio utang dijaga di bawah 40 persen. Namun demikian terdapat perbedaan pola pembiayaan investasi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Laba Rp56,3 Triliun di 2025

|Baca juga: Jos! Bank Mandiri (BMRI) Setor Dividen Rp225 Triliun dalam 25 Tahun Terakhir

|Baca juga: OJK: Fundamental Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Solid di Tengah Multipolarisme Global

“Karena pemerintah tetap konsisten bahwa belanja defisit dipatok di tiga persen, kemudian utang di bawah 40 persen. Dari segi tentu ada perbedaan di tahun ini, karena investasi biasanya kan dibiayai oleh BUMN atau melalui APBN. Nah saat sekarang investasi dilakukan dengan Danantara,” terang dia.

Menurut Airlangga, perubahan skema pembiayaan tersebut tetap disertai dengan penerapan tata kelola yang baik. Ia menyebut Danantara menjadi bagian dari transformasi pengelolaan BUMN menuju model Sovereign Wealth Fund (SWF) yang mengacu pada praktik internasional.

“Danantara juga menjaga tata kelola yang baik. Dan tata kelola yang baik dari Danantara itu bagian daripada transformasi BUMN menjadi sovereign wealth fund. Di mana ini best practice-nya sudah ada dengan berbagai sovereign wealth fund,” beber Airlangga.

Lebih lanjut, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Danantara untuk menyiapkan komunikasi yang komprehensif kepada lembaga pemeringkat global terkait arah kebijakan dan pengelolaan investasi ke depan.

“Jadi, saya sudah bicara dengan danantara, di mana mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan kepada rating agency,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bursa Saham Bergejolak, OJK Siapkan Satgas Khusus Benahi Integritas Pasar Modal
Next Post Demutualisasi BEI Berpeluang Lewat Jalur IPO, Pemerintah Siapkan Skema Bertahap

Member Login

or