1
1

Outlook Moody’s untuk Indonesia Jadi Negatif, Ini Respons Bos OJK!

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan lembaga pemeringkat Kredit Moody’s Investors Service atau Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif. Hal tersebut dirilis oleh Moody’s pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menilai keputusan tersebut masih belum bisa dilihat dampaknya secara jelas. Akan tetapi baru akan terlihat pada pergerakan pasar perdagangan pada Jumat, 6 Februari 2026.

“Ya Moody’s baru mengumumkan sore tadi ya, kita lihat dampaknya besok. (Besok juga) market akan merespons nantinya,” tutur Ogi, di sela-sela Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Ogi menilai reaksi pasar akan menjadi penentu pertama dari peringkat yang diberikan oleh Moody’s di industri keuangan. Sejalan dengan rilis yang dikeluarkan Moody’s, data Produk Domestik Bruto (PDB) juga dipublikasikan sehingga hal tersebut berpotensi memberikan penilaian tambahan pada pelaku pasar.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Laba Rp56,3 Triliun di 2025

|Baca juga: Jos! Bank Mandiri (BMRI) Setor Dividen Rp225 Triliun dalam 25 Tahun Terakhir

|Baca juga: OJK: Fundamental Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Solid di Tengah Multipolarisme Global

“Dan juga ada dua ini kan, PDB kita keluar dan bersamaan Moody’s juga keluar juga. Jadi besoknya agak mix. Kita lihat saja besok,” kata Ogi.

Lebih lanjut, pemerintah mengapresiasi asesmen Moody’s yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif. Pemerintah terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah terus memastikan setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik. Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Selain itu, dengan komitmen dan konsistensi kebijakan, pemerintah optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK: Fundamental Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Solid di Tengah Multipolarisme Global
Next Post Bursa Saham Bergejolak, OJK Siapkan Satgas Khusus Benahi Integritas Pasar Modal

Member Login

or