1
1

Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi di 2025, Sumbang Rp945,7 Triliun ke PDB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. | Foto: Kemenko Perekonomian

Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan sektor pariwisata Indonesia berhasil menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025, bahkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini, ia menjelaskan, lantaran sektor pariwisata mampu berkontribusi sebesar Rp945,7 triliun di 2025.

“Sektor ini (Pariwisata) membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh dengan menyumbang Rp945,7 triliun atau setara 3,97 persen dari total produk domestik bruto,” kata Airlangga, dalam Tourism Under Fire bertajuk ‘Dampak Eskalasi Konflik Global Terhadap Pariwisata’, Senin, 16 Maret 2026.

Kinerja tersebut turut ditopang oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Sepanjang 2025, jumlah wisman tercatat mencapai 15,39 juta kunjungan atau meningkat 10,7 persen secara tahunan (yoy).

Secara makro, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi penting terhadap devisa negara. Airlangga menyebutkan sektor ini menghasilkan devisa sebesar US$18,91 miliar serta menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 25,91 juta tenaga kerja di Indonesia.

|Baca juga: Investor Institusional Mulai Hengkang dari Pasar Modal, Begini Kata Bos Ajaib!

|Baca juga: Allianz Syariah Ungkap Alasan Spin-Off: Potensi Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar

Namun demikian, ketangguhan sektor pariwisata saat ini kembali diuji oleh dinamika global, terutama gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu konektivitas penerbangan internasional.

“Kementerian pariwisata memproyeksikan potensi kehilangan 5.500 wisman dan devisa Rp184,8 miliar per hari jika tidak dimitigasi dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, laporan terbaru dari InJourney Airports mencatat adanya gangguan pada sejumlah rute internasional. Hingga 10 Maret, setidaknya terdapat sembilan rute internasional yang terdampak, sehingga memengaruhi mobilitas sekitar 47 ribu penumpang.

“Tantangan ini semakin kompleks dengan meningkatnya juga harga avtur,” pungkas Airlangga.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Taufik Marjuniadi: Bawa Perusahaan Kinerjanya Melonjak
Next Post Pemerintah Dorong Reformasi Kebijakan Pariwisata Hadapi Ketidakpastian Global

Member Login

or