Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan Indonesia tetap berada dalam jajaran negara dengan kinerja pertumbuhan ekonomi terbaik pada 2026.
“IMF memproyeksikan Indonesia tetap pada jajaran negara dengan kinerja pertumbuhan terbaik di 2026 yang mencerminkan daya tahan fundamental,” ujar Airlangga, dalam Nusantara Economic Outlook 2026 ,di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Airlangga menuturkan sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan momentum pertumbuhan yang masih positif. Salah satunya tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang berada di level ekspansif, yakni 52,6 pada Januari 2026.
Dari sisi konsumsi, indeks belanja mandiri (spending index) tercatat mencapai 372,5 dan telah bertahan hampir satu semester. Kondisi ini, menurut Airlangga, menunjukkan penguatan belanja rumah tangga yang masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
|Baca juga: Polis Asuransi Bernilai Besar Masuk Laporan Pajak, Begini Respons Bos OJK!
|Baca juga: Pengendalian Penyakit Katastropik Jadi Kunci Utama Tekan Defisit BPJS Kesehatan
Sementara dari sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama lebih dari lima tahun berturut-turut, dengan nilai mencapai US$41,05 miliar secara tahunan (yoy). Menurut Airlangga, capaian tersebut memperkuat posisi fundamental ekonomi nasional.
Terkait dinamika pasar modal dalam sepekan terakhir, Airlangga menilai, kondisi tersebut justru mencerminkan resiliensi ekonomi. Ia menyebut hal ini dapat menjadi momentum perbaikan menuju pasar yang lebih sehat ke depan.
“Pemerintah dan regulator telah menetapkan delapan poin reformasi pasar modal dengan fokus pada peningkatan likuiditas, transparansi, kepemilikan manfaat, tata kelola, penegakan hukum, serta pendalaman pasar terintegrasi,” jelasnya.
Airlangga menambahkan indeks pasar telah kembali ke zona hijau dengan posisi 8.122 pada perdagangan Selasa kemarin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, sepanjang 2025, pemerintah telah menggelontorkan stimulus senilai Rp101 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap solid di tengah gejolak ekonomi global.
Memasuki kuartal I/2026, pemerintah kembali menyiapkan stimulus tambahan, salah satunya berupa diskon transportasi dalam rangka Idulfitri. Diskon kereta api berlaku pada 14–29 Maret 2026, angkutan laut pada 11 Maret–5 April 2026, penyeberangan pada 11–31 Maret 2026, serta penerbangan pada 14–29 Maret 2026.
Stimulus tersebut diperkuat dengan kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterbitkan oleh Kementerian PANRB dan Kementerian Ketenagakerjaan, baik untuk sektor publik maupun swasta.
Selain itu, pemerintah melanjutkan program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter kepada 35,04 juta penerima manfaat selama Februari hingga Maret 2026. “Berbagai stimulus ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada kuartal I/2026,” pungkas Airlangga.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
