1
1

Pemerintah Pastikan Harga Pangan Terjaga di Ramadan 2026, Begini Siasatnya!

Direktur Utama PT Berkah Inti Jaya Eri Prabowo (paling kanan), Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Sugeng Harmono (dua dari kanan), dan Research Associate CORE Indonesia sekaligus Guru Besar IPB Dwi Andreas Santosa. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Pemerintah memastikan akan terus menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan menjelang Ramadan 2026. Langkah ini menjadi prioritas utama dan perlu dilakukan untuk menekan potensi lonjakan harga pangan yang kerap terjadi pada periode permintaan yang tinggi.

Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Sugeng Harmono mengatakan pola pengamanan pangan jelang Ramadan pada dasarnya mengikuti standar yang selama ini diterapkan pemerintah pada momen-momen besar keagamaan dan nasional.

“Standar seperti ini yang selalu dilakukan oleh pemerintah di dua hal. Satu di Natal dan Tahun Baru, kemudian menjelang Hari Raya,” ujar Sugeng, di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.

Menurutnya langkah awal yang selalu dilakukan pemerintah adalah pemantauan harga pasar. Dari hasil pemantauan tersebut, pemerintah akan menentukan perlu atau tidaknya intervensi langsung. “Kita (pemerintah) biasanya melakukan pemantauan harga pasar. Kalau memang harga pasar sudah tinggi maka ada intervensi,” tuturnya.

Intervensi tersebut dilakukan melalui berbagai instrumen, seperti gerakan pangan murah, penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta komoditas pangan dan strategis lainnya.

|Baca juga: Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur BI, Istana dan DPR Proses Penggantinya

|Baca juga: BI Buka Suara tentang Pengunduran Diri Deputi Gubernur Juda Agung

|Baca juga: Saratoga Investama Sedaya (SRTG) Lego 750 Ribu Saham NRCA, Ada Apa?

“Biasanya pemerintah lakukan (intervensi) sehingga harga pangan, apakah beras, apakah nanti bumbu, apakah nanti daging itu masih sesuai dengan standar,” tegas Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng menegaskan, upaya stabilisasi harga pangan ini dilakukan melalui sinergi lintas lembaga, khususnya Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.

“Jadi nanti pemerintah melalui Bapanas dan juga Perum Bulog melakukan operasi pasar murah atau gerakan pasar murah sehingga bagi masyarakat yang memang tidak mampu untuk membeli bisa melalui situ dan juga menjaga stabilitas harga di tingkat pasar,” pungkas Sugeng.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Perkuat Diversifikasi Pangan Nasional, Sorgum Diusulkan Jadi Alternatif Strategis Pengganti Beras dan Jagung
Next Post Prudential Life Ungkap Penipuan Libatkan 100 Karyawan, Kerugian Capai 3,1 Miliar Yen!

Member Login

or