1
1

Pemerintah Sebut Dana Pensiun Bisa Putus Mata Rantai Sandwich Generation di Indonesia

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, TANGERANG – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai kehadiran sistem dana pensiun yang inklusif dan berkelanjutan berperan penting dalam memutus mata rantai sandwich generation di Indonesia.

Hal tersebut dinilai krusial mengingat banyak rumah tangga lansia di Indonesia masih bergantung pada anak atau anggota keluarga yang bekerja.

|Baca juga: Bos BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Terkendali di Tengah Ketidakpastian Global

|Baca juga: PAYDI Terpengaruh Awan Gelap IHSG, Pengamat: Lebih Baik Perusahaan Asuransi Kembali Jual Proteksi Murni!

Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kemenkeu Ihda Muktiyanto mengungkapkan 83,74 persen sumber pendapatan lansia di Indonesia masih berasal dari anggota keluarga yang aktif bekerja.

Hanya sebagian kecil rumah tangga lansia yang mengandalkan jaminan pensiun yakni sebesar 5,01 persen dan hasil investasi dari masa kerja produktifnya yang hanya sebesar 0,28 persen.

“Tanpa manfaat pensiun dari program wajib maupun sukarela, banyak keluarga yang harus menanggung beban ganda, baik itu dalam membiayai pendidikan anak, menanggung kesehatan orang tua, sekaligus mempersiapkan masa depan mereka sendiri,” ujar Ihda, dalam konferensi pers Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) di Tangerang, Kamis, 23 Oktober 2025.

Menurutnya kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya memperkuat sistem pensiun agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam siklus ekonomi antargenerasi. Dengan sistem pensiun yang kokoh, ia menilai, generasi lansia dapat hidup sejahtera tanpa membebani generasi muda yang masih produktif.

|Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75% pada Oktober 2025

|Baca juga: OJK Buka Opsi Merger untuk Perusahaan Asuransi Penuhi Modal Minimum, Pengamat: Solusi Rasional!

Lebih lanjut, Ihda menambahkan, sistem pensiun yang berkelanjutan akan menciptakan dua generasi yang lebih kuat secara ekonomi.

“Kehadiran sistem pensiun yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan bisa memutus rantai sandwich generation, sehingga generasi lansia yang sejahtera dan generasi muda yang lebih sehat dapat melangkah lebih jauh dengan penuh percaya diri menuju masa depan,” pungkas Ihda.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kemenkeu Beberkan Kepesertaan Dana Pensiun Masih Rendah, Baru 23,6 Juta dari 144 Juta Pekerja Terdaftar!
Next Post ADHI, BRPT, ELSA, dan SMRA Jadi Menu Saham untuk Trading di Akhir Pekan

Member Login

or