Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan penguatan keuangan syariah dan sektor riil harus berjalan berdampingan. Hal itu penting guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang saling menguatkan.
Ferry menyatakan pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu diperluas hingga ke level desa untuk menjangkau masyarakat secara lebih masif. Ia menjelaskan integrasi antara sektor keuangan dan aktivitas ekonomi produktif merupakan kunci keberhasilan ekonomi syariah saat ini.
“Penguatan keuangan syariah pada periode ini tidak bisa dilepaskan dari penguatan sektor riil,” ujar Fery dalam Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara di Tengah Ketegangan Geopolitik
|Baca juga: Terpilih Kembali Jadi Ketua AAUI, Begini Arah Kebijakan Budi Herawan di Periode 2026-2030
“Karena sebenarnya di kegiatan itulah keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan antara aktivitas ekonomi riil baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif yang lain-lainnya yang ada di masyarakat,” tambah Fery.
Dalam upaya memperkuat ekosistem, pemerintah berencana mengoptimalkan keberadaan puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Infrastruktur yang mencakup bangunan fisik, gudang, hingga gerai ritel tersebut diproyeksikan menjadi pusat literasi sekaligus motor penggerak sektor riil bagi masyarakat ekonomi syariah.
Ferry optimistis pendekatan yang memadukan literasi, inklusi pembiayaan, dan penguatan produksi akan menjadikan koperasi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Pemerintah juga berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi komoditas lokal untuk masuk ke pasar ritel melalui jaringan koperasi tersebut.
|Baca juga: Visa: Kepercayaan Konsumen Jadi Aset Strategis dalam Ekosistem E‑Commerce Indonesia
|Baca juga: Tok! Budi Herawan Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum AAUI Periode 2026-2030
“Kalau perlu kami prioritaskan seluruh produk-produk UMKM yang ada di daerah-daerah akan kita prioritaskan untuk mengisi gerai-gerai yang ada di koperasi-koperasi desa yang salah satu aktivitasnya adalah retail yang akan dikelola secara modern yang jumlahnya puluhan ribu,” kata Ferry.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Koperasi akan mendorong program kurasi, inkubasi, dan fasilitasi pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Lebih lanjut, Ferry menekankan, kepastian akses pasar di gerai koperasi diharapkan mampu menstimulasi produktivitas masyarakat di daerah.
“UMKM di seluruh daerah enggak usah takut produknya enggak laku, karena pasti kami jamin akan kita prioritaskan dijual di gerai atau rak yang ada di koperasi desa kelurahan merah putih. Ini juga menumbuhkan perilaku yang semula dari masyarakat kita yang hanya jadi konsumen, sekarang berkembang menjadi produsen,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
