Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menargetkan peningkatan signifikan dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2026. Target tersebut sejalan dengan upaya bank sentral dalam memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun lintas negara.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendrata menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap capaian QRIS sepanjang 2025. Dukungan tersebut diharapkan terus berlanjut untuk mendorong capaian target ambisius di 2026.
“Kita menargetkan 17 miliar transaksi QRIS dan juga delapan negara untuk cross-border. Lalu kita (menargetkan juga) 45 merchant dari sisi suplai yang menerima QRIS, dan 60 juta pengguna QRIS dari sisi permintaannya,” sebut Filianingsih, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu, 21 Januari 2026.
|Baca juga: Rupiah Ambruk di Awal Tahun, BI Beberkan Akar Masalahnya!
Tidak hanya fokus pada domestik, lanjutnya, BI juga mendorong perluasan penggunaan QRIS lintas negara. Pada 2026, BI menargetkan kerja sama cross-border QRIS dengan total delapan negara, di antaranya Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang.
“Lalu dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum triwulan satu kita sudah bisa implementasikan dengan China dan juga Korea Selatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Filianingsih menambahkan, BI saat ini tengah melakukan diskusi intensif dengan India serta membuka peluang kerja sama dengan beberapa negara lainnya guna memperluas jaringan pembayaran digital berbasis QRIS.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
