1
1

Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025 tembus 5,11% Dinilai Jadi Fondasi Menuju Target 8%

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. | Foto: Kemenko Perekonomian

Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas lima persen menjadi fondasi penting untuk mendorong ekspansi perekonomian yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Airlangga mengatakan ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen. Capaian tersebut dinilai cukup kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan menuju target yang dicanangkan pemerintah.

|Baca juga: BI Luncurkan AKSI KLIK untuk Genjot Literasi Keuangan dan Perluas Akses Pembiayaan UMKM

|Baca juga: Airlangga Sebut Emas Jadi Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Global

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi di 2025 solid di 5,11 (persen). Dan pertumbuhan ini menjadi fondasi agar kita bisa mampu tumbuh lebih dari lima persen. Kemarin kita sudah buktikan di kuartal IV/2025 kita tumbuh 5,39 (persen) atau mendekati 5,4 (persen),” kata Airlangga di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

“Dan ini adalah fondasi menuju pertumbuhan ekonomi yang diminta oleh Bapak Presiden Prabowo, yaitu mendekati delapan persen di 2028 atau 2029,” tambah Airlangga.

Menurutnya, dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama perekonomian nasional. Sepanjang tahun lalu, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,98 persen yang didorong oleh daya beli masyarakat serta berbagai paket stimulus pemerintah.

Selain itu, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,13 persen. Sementara itu, investasi atau pembentukan modal tetap bruto meningkat 5,09 persen.

|Baca juga: AAUI: Konflik Timur Tengah akan Memengaruhi Underwriting hingga Penyesuaian Premi Asuransi

|Baca juga: Konflik Geopolitik Diperkirakan Picu Kelumpuhan Rantai Pasokan Global

Airlangga menambahkan realisasi investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), tercatat melampaui target pemerintah. Belanja pemerintah juga turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan sebesar 2,5 persen.

Di sisi eksternal, ekspor Indonesia tetap mencatatkan kinerja positif meskipun di tengah dinamika perang dagang global. Sepanjang 2025, ekspor tumbuh sebesar 7,03 persen.

Lebih lanjut, Airlangga, menilai penguatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi faktor penting dalam menopang perekonomian nasional. Program seperti Klik dan Gerakan Aku Bisa disebut berperan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, terutama di tengah percepatan transformasi digital di sektor keuangan.

Ia mengatakan langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong penguatan UMKM, kewirausahaan, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

|Baca juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Resmi Masuk Indeks Economic 30 BEI

|Baca juga: Pengamat Sebut Asuransi Maritim, Pesawat, hingga Perjalanan akan Terhantam Keras Perang AS-Israel vs Iran

Airlangga menambahkan Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dalam akses layanan keuangan dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 92,74 persen.

Angka tersebut bahkan berada di atas rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Sementara itu, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 66,64 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pastikan Hak Pekerja Terlindungi Jelang Lebaran, Menaker Tinjau Posko THR dan BHR Keagamaan 2026
Next Post Pemerintah Ubah Fokus Kebijakan dari Inklusi Jadi Mencapai Kesejahteraan Keuangan Masyarakat

Member Login

or