1
1

Program Prioritas Pemerintah Diyakini Buat Kredit Perbankan Gaspol di 2026

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Pemerintah optimistis pertumbuhan kredit perbankan pada 2026 dapat mencapai kisaran 10 persen hingga 12 persen. Optimisme tersebut ditopang oleh sejumlah program strategis yang dinilai akan meningkatkan kebutuhan pembiayaan, terutama di sektor industri dan manufaktur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah mendorong berbagai agenda pengembangan industri yang berpotensi menjadi sumber permintaan kredit baru bagi perbankan nasional.

“Iya tentunya kan nanti dengan adanya beberapa program misalnya hilirisasi,” kata Airlangga dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK 2026 di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

|Baca juga: Visa Komitmen Sediakan Pembayaran Digital yang Aman untuk Dukung Ekonomi Indonesia

|Baca juga: Mochamad Andy Arslan Djunaid Mundur dari Komisaris Utama JMA Syariah (JMAS), Mengapa?

Menurut Airlangga, program hilirisasi membutuhkan dukungan pembiayaan dalam skala besar, baik untuk pembangunan fasilitas produksi maupun penguatan rantai pasok domestik. Kondisi tersebut membuka ruang peningkatan penyaluran kredit perbankan secara berkelanjutan.

Selain hilirisasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada restrukturisasi sektor tekstil yang dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan industri padat karya. Upaya tersebut diarahkan untuk memperbaiki struktur usaha dan meningkatkan daya saing industri nasional.

“Kemudian tadi disampaikan kita mau restrukturisasi sektor tekstil, itu membutuhkan kredit,” ungkapnya.

Airlangga menambahkan, sektor lain yang turut menjadi fokus pengembangan pemerintah adalah industri elektronik dan semikonduktor. Penguatan sektor tersebut dinilai strategis dalam mendukung transformasi industri nasional dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Dengan kombinasi program hilirisasi, restrukturisasi industri padat karya, serta pengembangan sektor teknologi, Airlangga menilai prospek permintaan kredit perbankan pada 2026 tetap solid dan sejalan dengan target pertumbuhan dua digit yang telah ditetapkan

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Free Float Bakal Naik Jadi 15%, OJK Tegaskan Bukan untuk Membatasi IPO
Next Post OJK Gandeng Kemenkeu dan Kemenko Perekonomian untuk Perkuat Reformasi Integritas Pasar Modal

Member Login

or