1
1

Ramalan BI: Imlek hingga Lebaran Bikin Ekonomi RI di Kuartal I/2026 Tetap Tinggi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 tetap berada pada level tinggi. Hal ini ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat serta kombinasi stimulus moneter dan fiskal.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan momentum pertumbuhan pada awal tahun akan terdorong oleh tingginya mobilitas masyarakat seiring sejumlah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang jatuh pada kuartal pertama.

Perry menyebutkan, perayaan Tahun Baru Imlek, Idulfitri, dan Waisak yang berada dalam periode tersebut diperkirakan meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya dari sisi konsumsi rumah tangga.

|Baca juga: Purbaya Setujui Tambahan TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Bencana di Sumatra

|Baca juga: BEI Perpanjang Suspensi Saham WIKA Imbas Penundaan Pembayaran Bunga Obligasi dan Sukuk

|Baca juga: Jumlah Dewan Pengawas BPKH Diusulkan Ditambah, Apa Urgensinya?

“Satu, tentu saja di triwulan satu ini mobilitas populasi Indonesia sangat tinggi karena HBKN itu berada di triwulan satu,” kata Perry, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Kamis, 19 Februari 2026.

Selain faktor musiman tersebut, lanjutnya, pertumbuhan juga diperkuat oleh stimulus moneter yang terus dilakukan BI, baik melalui kebijakan suku bunga maupun ekspansi likuiditas di sistem keuangan.

Di sisi lain, kebijakan fiskal pemerintah juga menjadi faktor penopang. Pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk menjaga daya beli dan mendorong aktivitas ekonomi pada awal tahun.

“Stimulus moneter yang terus dilakukan oleh Bank Indonesia, baik dari sisi suku bunga maupun ekspansi likuiditas. Dan ketiga adalah stimulus dari fiskal dari pemerintah,” ujar Perry.

Lebih lanjut, realisasi berbagai program pemerintah, termasuk program kesejahteraan dan pembangunan manusia serta program hilirisasi dan investasi sektoral, dinilai turut memperkuat prospek pertumbuhan pada kuartal pertama.

BI pun meyakini kombinasi faktor konsumsi, stimulus kebijakan, serta realisasi program pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap tinggi pada awal 2026.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75% pada Februari 2026
Next Post OJK Cabut Izin Usaha BPR Kamadana Bali

Member Login

or