Media Asuransi, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menilai paparan dari calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhri belum memiliki strategi atau terobosan terbaru. Marwan menilai strategi yang dipaparkan masih bersifat normatif dan belum menjawab kegelisahan publik terkait stagnasi ekonomi nasional.
Hal itu disampaikannya dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.
Marwan menyoroti fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 12 tahun terakhir terjebak di angka lima persen. Ia khawatir jika BI tidak memiliki strategi moneter yang genuine dan out of the box dari target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen oleh pencanangan Presiden Prabowo Subianto akan sulit tercapai.
|Baca juga: Bos LPS Blak-blakan soal Nama Thomas Djiwandono yang Muncul Jadi Calon Deputi Gubernur BI
|Baca juga: LPS Catat Simpanan Valuta Asing Tumbuh 3,73%
|Baca juga: Kejaksaan Nilai Penanganan Kredit Macet Perbankan Harus Dipisahkan dari Tindak Pidana Korupsi
“Faktanya, 12 tahun ini ekonomi kita begini-gini saja, kisarannya lima persen. Nah, yang kita harapkan ke depan ini apa yang bisa kita buat supaya maunya Pak Prabowo tumbuh delapan persen atau setidaknya enam persen itu tercapai? Di mana instrumen moneter ini akan bekerja?” kata Marwan, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 26 Januari 2026.
Dirinya mengkritik ketidakefektifan instrumen moneter yang ada saat ini, seperti penurunan suku bunga BI yang dinilainya ‘enggak nendang’ terhadap sektor riil. Bahkan, ia menantang Solikin untuk mengeluarkan senjata pamungkas atau ide segar yang bisa menjadi energi baru bagi Bank Indonesia.
“Kalau tidak ada terobosan atau pemikiran yang genuine, saya yakin tiga tahun lagi begini saja Pak. Jadi mungkin ada yang masih Bapak simpan sebagai senjata pamungkas, perlu Bapak paparkan di sini, supaya jelas arah pertumbuhan ekonomi ke depan?” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
