1
1

Tekanan Global Meningkat, BI Gerak Cepat Intensifkan Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah!

Ilustrasi. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan nilai tukar untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Penguatan kebijakan dilakukan melalui intervensi di berbagai instrumen pasar valuta asing guna menahan volatilitas nilai tukar.

|Baca juga: BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7% di Kuartal I/2026

|Baca juga: Perluas Ekosistem Pembayaran Digital, BI Bidik Transaksi QRIS Tembus 17 Miliar di 2026 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1,53 persen secara point to point dibandingkan dengan level akhir Desember 2025, seiring tekanan eksternal yang meningkat.

“Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Perry, dalam konferensi pers Hasil RDG BI, Rabu, 21 Januari 2026.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan valuta asing dari perbankan dan korporasi domestik. Kenaikan kebutuhan valas tersebut sejalan dengan aktivitas ekonomi yang terus berlangsung pada awal 2026.

|Baca juga: Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Januari 2026

|Baca juga: Bos BI Pastikan Pergantian Deputi Gubernur Tidak Ganggu Independensi

|Baca juga: Rupiah Ambruk di Awal Tahun, BI Beberkan Akar Masalahnya!

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI meningkatkan intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik di pasar off-shore maupun on-shore melalui DNDF, serta intervensi di pasar spot. Kebijakan ini ditempuh untuk meredam volatilitas rupiah di tengah dinamika pasar global.

“Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus satu persen pada 2026,” ujar Perry.

Ke depan, BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi yang terukur di transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot. BI juga akan terus memperkuat strategi operasi moneter yang bersifat pro-market agar pergerakan nilai tukar tetap sejalan dengan fundamental perekonomian.

Dengan langkah tersebut, nilai tukar rupiah diramal bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, didukung oleh imbal hasil domestik yang tetap menarik, inflasi yang terjaga rendah, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap baik.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI Pede Pertumbuhan Kredit Perbankan Tembus 12% di 2026
Next Post Perkuat Bauran Kebijakan, BI Terus Turunkan Suku Bunga ke Level Terendah Sejak 2022

Member Login

or