Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir 2025 tercatat lebih tinggi dari rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembiayaan anggaran terealisasi sebesar Rp744,0 triliun atau 120,7 persen dari target APBN.
Realisasi tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp736,3 triliun atau 94,9 persen dari APBN serta pembiayaan nonutang sebesar Rp7,7 triliun atau minus 4,9 persen dari target. Tingginya realisasi pembiayaan anggaran sejalan dengan kebutuhan untuk menutup defisit, membiayai investasi, serta mendukung pengelolaan kas negara yang efisien.
“Realisasi pembiayaan anggaran lebih tinggi dari rencana yaitu mencapai Rp744,0 triliun atau 120,7 persen dari APBN,” ujar Purbaya, dalam konferensi pers Hasil Rapat KSSK, Selasa, 27 Januari 2026.
|Baca juga: Taspen Salurkan Manfaat JKK Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
|Baca juga: Naik 4,9%, BCA (BBCA) Bukukan Laba Rp57,5 Triliun di 2025
|Baca juga: KSSK: Ketidakpastian Global Meningkat di Tengah Perang Dagang dan Arah Suku Bunga AS
Meski demikian, pembiayaan utang tercatat lebih rendah dari rencana APBN. Kondisi ini dipengaruhi oleh pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun, yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan penarikan utang baru.
Dalam pelaksanaannya, pembiayaan utang dilakukan secara hati-hati dan terukur melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) serta pinjaman. Strategi tersebut ditempuh untuk meminimalkan biaya utang sekaligus mengendalikan risiko fiskal di tengah dinamika perekonomian.
“Pembiayaan utang melalui penerbitan SBN dan pinjaman dilakukan secara hati-hati dan terukur untuk meminimalkan biaya dan mengendalikan risiko,” kata Purbaya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan penempatan dana pada bank mitra sebagai bagian dari strategi pengelolaan kas yang efisien dan optimal. Penempatan dana tersebut masing-masing sebesar Rp200 triliun pada 12 September 2025 dan Rp76 triliun pada 12 November 2025.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
