1
1

Ternyata Ini Alasan Bank Indonesia Tinggalkan JIBOR dan Beralih ke INDONIA

Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI) Arief Rachman. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI) Arief Rachman mengatakan peralihan dari Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) ke Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) merupakan bagian dari reformasi suku bunga acuan yang mengikuti perkembangan pasar keuangan global.

“INDONIA itu adalah harga yang lebih transparan dan lebih kredibel sehingga bisa digunakan sebagai acuan oleh pelaku pasar. Jadi yang kita lakukan di Indonesia ini, ketika kita menghentikan JIBOR, memperkenalkan INDONIA, ini merupakan bagian dari global benchmark reform di dunia,” kata Arief, dalam Taklimat Media di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

“Jadi bukan pandai-pandaian BI, tapi ini merupakan suatu reformasi di pasar keuangan global,” tambahnya.

Arief menjelaskan model suku bunga berbasis kuotasi seperti JIBOR sebelumnya juga digunakan secara luas di tingkat global melalui London Interbank Offered Rate (LIBOR). Namun, LIBOR kemudian memicu berbagai kasus manipulasi karena penetapannya bergantung pada penawaran suku bunga dari bank kontributor, bukan transaksi riil.

Seiring berjalannya waktu, otoritas keuangan Inggris mengambil alih pengelolaan LIBOR pada 2014. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan pasar, hingga akhirnya Financial Conduct Authority (FCA) menyatakan bank tidak lagi diwajibkan mendukung LIBOR setelah 31 Desember 2021.

|Baca juga: Industri Asuransi RI Diramal Tetap Jadikan SBN sebagai Primadona, Begini Alasannya!

|Baca juga: Pengamat Ungkap Alasan Industri Asuransi Belum Mau Pindah ke Lain Hati dari SBN

|Baca juga: Profil Budi Tampubolon, Dirut IFG Life yang Resmi Mengakhiri Masa Jabatannya per Januari 2026

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia. Arief menyebutkan permasalahan serupa juga pernah terungkap pada suku bunga berbasis kuotasi.

“Jadi di 2012 ini terungkap bahwa memang kemudian ada yang namanya fraud, fraud terkait dengan JIBOR. Fraud-nya bagaimana? Karena sifatnya ini merupakan suku bunga yang berdasarkan overtrade yang ditawarkan, jadi mereka bisa mengubah,” beber Arief.

Sebagai respons atas risiko tersebut, BI memperkenalkan INDONIA sebagai indeks suku bunga atas transaksi pinjam-meminjam rupiah tanpa agunan antarbank untuk jangka waktu overnight. INDONIA dihitung menggunakan metode rata-rata tertimbang berdasarkan nilai nominal transaksi (volume-weighted average) dari seluruh transaksi yang dilaporkan bank kepada BI.

Reformasi ini tidak mendadak. INDONIA dipublikasikan secara paralel dengan JIBOR sejak 1 Agustus 2018. BI juga menyiapkan masa transisi panjang sebelum kebijakan pengakhiran JIBOR diumumkan secara resmi pada 27 September 2024, lengkap dengan Panduan Transisi Pengakhiran JIBOR yang disusun National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).

|Baca juga: Masa Jabatannya Berakhir di IFG Life per Januari 2026, Berikut Profil Bugi Riagandhy

|Baca juga: OJK Cabut Izin Pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

Dalam konteks global, Arief menilai, posisi Indonesia relatif seimbang dari negara lain yang lebih dulu meninggalkan LIBOR. “Beberapa negara juga mulai memperkenalkan, negara-negara lain itu mulai memperkenalkan pengganti LIBOR. Posisinya dari negara lain, kita relatif tidak terlalu depan, tidak terlalu belakang. Kita posisinya nomor empat,” ujarnya.

Sebagai informasi BI resmi menghentikan publikasi JIBOR mulai 1 Januari 2026. Penghentian ini dilakukan setelah BI menilai suku bunga berbasis kuotasi tersebut memiliki keterbatasan dalam mencerminkan kondisi pasar uang yang sebenarnya serta rentan terhadap praktik manipulasi.

Sebagai pengganti, BI menetapkan INDONIA sebagai suku bunga acuan rupiah. Berbeda dengan JIBOR, INDONIA disusun berdasarkan transaksi aktual pinjam-meminjam antarbank, sehingga dinilai lebih objektif dan transparan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Cabut Izin Pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
Next Post PRISM: Jakarta Kota Terbanyak Dipesan Wisatawan di 2025

Member Login

or