1
1

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$431,7 Miliar di Triwulan IV/2025

Ilustrasi. | Foto Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV/2025 meningkat. Pada periode tersebut, ULN tercatat meningkat menjadi US$431,7 miliar dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan III/2025 sebesar US$427,6 miliar.

“Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 18 Februari 2025.

Posisi ULN pemerintah pada triwulan IV/2025 tercatat sebesar US$214,3 miliar atau meningkat dibandingkan dengan posisi triwulan III/2025 yakni sebesar US$210,1 miliar.

|Baca juga: Purbaya Kritik Bank Syariah Lebih Mahal, Begini Respons Wakil Rektor Paramadina!

|Baca juga: Bos APARI Beberkan Tantangan Pemenuhan Modal Usai POJK 24/2023 Terbit

Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Penggunaan ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,8 persen), Jasa Pendidikan (16,2 persen), Konstruksi (11,7 persen), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6 persen).

|Baca juga: UUS OCBC Blak-blakan tentang Kesiapan Spin-Off, Begini Lengkapnya!

|Baca juga: Minat Tabungan Emas Meningkat, Gramasi UUS OCBC Melonjak 506% di 2025

“Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah,” jelasnya.

Di sisi lain, BI mencatatkan ULN swasta menurun sebesar US$192,8 miliar pada triwulan IV/2025, dibandingkan dengan posisi triwulan III/2025 sebesar US$194,5 miliar. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9 persen terhadap total ULN swasta.

“ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3 persen terhadap total ULN swasta,” tuturnya.

|Baca juga: Bantu Nasabah Berinvestasi Sambil Beramal, Bank Muamalat Hadirkan Reksa Dana Insight Haji Syariah

|Baca juga: Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia Hadirkan Manulife Ultima+

Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9 persen pada triwulan IV/2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7 persen dari total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Ramdan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Menelisik Peran Manajer Investasi: Sains di Balik Konstruksi Portofolio
Next Post Tertahan di Bea Cukai, Bantuan Diaspora Aceh dari Malaysia Belum Bisa Masuk Lhokseumawe

Member Login

or