Media Asuransi, JAKARTA – PRISM, perusahaan induk OYO, merilis Travel Report 2025, sebagai laporan tren perjalanan yang menyoroti lanskap perjalanan domestik di Indonesia sepanjang tahun.
Laporan ini mencerminkan pola perjalanan secara luas pada sektor perhotelan sembari menegaskan peran kota-kota berkembang lain yang turut andil sebagai penggerak utama mobilitas domestik. Dengan pemulihan sektor pariwisata 2025 yang menunjukkan pemulihan yang sangat baik, hal ini didukung kebijakan strategis dan meningkatnya minat wisatawan yang berfokus pada kualitas, dan keberlanjutan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Country Head PRISM Indonesia Hendro Tan, mengatakan, laporan ini menggambarkan bagaimana preferensi perjalanan masyarakat terus berkembang pada 2025, dengan kombinasi destinasi yang semakin mapan serta kota-kota baru yang muncul untuk perjalanan bisnis dan wisata.
|Baca juga:OYO Bukukan Lonjakan SuperAgent hingga 209% dalam 3 Bulan
“Kami juga melihat meningkatnya minat terhadap destinasi inkonvensional yang mencerminkan perubahan perilaku wisatawan serta peran penting pembangunan infrastruktur dalam membentuk mobilitas domestik di seluruh Indonesia,” kata Hendro dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari 2026.
PRISM Travel Report 2025, menunjukkan bahwa pasar perjalanan domestik Indonesia pada 2025 ditandai oleh dominasi permintaan di kota-kota besar berkembang, perilaku perjalanan yang semakin fleksibel, serta preferensi pada akomodasi terbaik. Dengan terus berkembangnya mobilitas dan infrastruktur, kota-kota besar ini diperkirakan akan menjadi pusat utama arus perjalanan domestik di tahun-tahun mendatang.
|Baca juga:Muatan Kapal Laut Naik 3,58% di November 2025
Berdasarkan data pada PRISM Travel Report, Jakarta muncul sebagai kota dengan jumlah pemesanan tertinggi untuk perjalanan domestik di Indonesia pada 2025. Hasil ini menegaskan perannya sebagai pusat utama mobilitas, bisnis dan ekonomi nasional. Posisi berikutnya ditempati Medan, yang mencerminkan perannya sebagai gerbang utama Indonesia di bagian barat sekaligus pusat bisnis dan perdagangan yang terus maju.
Bandung mengisi peringkat selanjutnya, tetap menarik wisatawan berkat data tarik sebagai destinasi liburan singkat, kuliner, dan iklimnya yang sejuk. Bali juga masuk dalam jajaran destinasi teratas, didorong oleh permintaan dari wisatawan domestik dan mancanegara. Surabaya melengkapi lima besar kota dengan pemesanan terbanyak, menegaskan posisinya sebagai pusat komersial dan industri utama.
|Baca juga: Penerapan Kewajiban Asuransi Perjalanan bagi Wisatawan Asing Butuh Koordinasi Lintas Sektor
Untuk perjalanan bisnis, Banjarmasin muncul sebagai kota dengan pemesanan terbanyak pada 2025, mencerminkan meningkatnya peran kota ini sebagai pusat komersial dan mobilitas regional di Kalimantan. Kinerja Banjarmasin menegaskan pertumbuhan aktivitas bisnis di luar pusat metropolitan tradisional Indonesia.
Untuk perjalanan wisata, Toba Samosir menjadi destinasi dengan pemesanan tertinggi pada 2025. Keindahan alam serta pengembangan infrastruktur pariwisata yang terus berlangsung menjadikan kawasan ini pilihan utama bagi wisatawan domestik yang mencari pengalaman berbasis alam dan budaya.
Januari menjadi bulan dengan jumlah pemesanan perjalanan domestik tertinggi pada 2025. Tren ini menunjukkan meningkatnya preferensi wisatawan untuk mengawali tahun dengan perjalanan liburan dan keluarga, yang didukung hari libur nasional dan akhir pekan panjang.
Periode libur panjang Nyepi dan Idulfitri menghasilkan aktivitas pemesanan tertinggi sepanjang tahun. Bertepatan dengan dua hari besar keagamaan, periode ini menciptakan salah satu jendela perjalanan terpanjang di 2025, mendorong pergerakan domestik yang signifikan serta menegaskan peran penting libur panjang dalam membentuk permintaan perjalanan di Indonesia.
Editor Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
