1
1

Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI di Triwulan IV/2025 Sebesar 51,86%, Kinerja Industri Pengolahan Meningkat

Pekerja sedang membersihkan udang untuk diolah. | Foto: Kemenkeu

Media Asuransi, JAKARTA – Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan IV/2025 meningkat dan berada pada fase ekspansi (indeks >50 persen), tecermin dari PMI-BI triwulan IV/2025 sebesar 51,86 persen. Indeks PMI-BI triwulan ini, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 51,66 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa berdasar komponen pembentuknya, peningkatan PMI-BI didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen yaitu Volume Produks​i, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan.

|Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,12% Didorong oleh Faktor Musiman, Manufaktur Jadi Tantangan

Sedangkan berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Barang Galian Bukan Logam, serta Industri Makanan dan Minuman.

“Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mengindikasikan kinerja kegiatan LU Industri Pengolahan tetap kuat dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,18 persen,” jelas Ramdan dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 22 Januari 2026.

|Baca juga: Bos BI: Penguatan Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026 Perlu Ditopang Stimulus Pemerintah

Pada triwulan I/2026, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan terus meningkat dan berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 53,17 persen. Ekspansi terutama didorong oleh Volume Total Pesanan, Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Kecepatan Penerimaan Barang Input.

Mayoritas Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Industri Furnitur, Industri Logam Dasar, serta Industri Makanan dan Minuman. ​

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK: Risiko Kredit di Perbankan Bagian dari Aktivitas Bisnis

Member Login

or