Media Asuransi, JAKARTA – Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV/2025 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 88,92 persen, lebih tinggi dari SBT 82,33 persen pada triwulan III/2025.
|Baca juga: Bos BI Bawa 5 Kabar Buruk dari Ekonomi Global yang Dampaknya Menjalar ke Indonesia
“Pada triwulan I/2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan nilai SBT sebesar 55,74 persen,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat, 23 Januari 2026.
Dia jelaskan, standar penyaluran kredit pada triwulan IV/2025 terindikasi lebih longgar dibandingkan triwulan III/2025, tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang negatif sebesar -2,59. Kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar antara lain pada aspek biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan suku bunga kredit.
Sementara itu, pada triwulan I/2026, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih berhati-hati dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dengan ILS sebesar 2,75.
Ramdan menambahkan bahwa responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 tumbuh lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. “Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap baik serta risiko dalam penyaluran kredit yang tetap terjaga,” tuturnya.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
