Media Asuransi, JAKARTA – PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) memperkenalkan inisiatif Tech for Indonesia dengan menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS). Program perdana bertajuk FutureFin merupakan kompetisi karya tulis ilmiah yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan financial technology (fintech) terutama pinjaman daring (pindar) yang aman, bertanggung jawab, dan berdampak bagi masyarakat.
Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menjelaskan bahwa Tech for Indonesia merupakan komitmen AdaKami untuk menghadirkan dampak nyata bagi komunitas, khususnya generasi muda. “Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, kami ingin mendorong mahasiswa memahami dinamika industri pindar secara komprehensif dan kritis, termasuk risiko yang melekat di dalamnya, serta pentingnya membedakan layanan yang legal dan bertanggung jawab dari praktik ilegal yang merugikan,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
|Baca juga: Pendanaan AdaKami Dinilai Menopang Konsumsi Rumah Tangga
Acara pembukaan FutureFin pada 3 Maret 2026 dihadiri oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan pemahaman mahasiswa mengenai pengembangan dan tata kelola industri keuangan digital.
Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, menyampaikan harapana kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS dengan AdaKami dapat memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat, meningkatkan kesadaran akan pelindungan konsumen, serta mendorong generasi muda menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan berintegritas.
Kompetisi ini terbuka untuk seluruh mahasiswa dari lintas fakultas dan akan melalui proses seleksi, pendampingan, presentasi akhir di hadapan panel juri, hingga pengumuman pemenang pada bulan Mei 2026. Selama prosesnya, FutureFin menghadirkan rangkaian sesi daring dan luring berupa kuliah umum dan mentorship bersama akademisi, pakar, serta praktisi industri.
|Baca juga: Riset LPEM FEB UI: Pembiayaan AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB 2024
Sesi-sesi ini dirancang untuk memperkaya perspektif dan memperkuat landasan analitis mahasiswa dalam menyusun karya tulis yang relevan. Topik yang diangkat mencakup lanskap industri fintech dengan fokus pada pindar, termasuk perkembangan teknologi, tata kelola, dinamika, dan regulasi yang membentuk industri tersebut di Indonesia.
Kompetisi ini juga menjadi wadah strategis untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda yang memiliki ketertarikan di bidang fintech selaras dengan pencapaian SDG 4 untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan kerja, dan SDG 17 yakni institusi perguruan tinggi beserta industri turut berkolaborasi dalam mewujudkan inklusivitas.
“Tentunya kami berharap dalam seluruh prosesnya, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga memperluas eksposur terhadap industri sekaligus membuka peluang kontribusi nyata di masa depan,” ujar Dekan FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro.
Melalui Tech for Indonesia dan program FutureFin, AdaKami menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam membangun industri fintech Indonesia yang kredibel, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
