Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berharap industri pinjaman daring (pindar) dapat memperoleh dukungan dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp200 triliun dari pemerintah yang dikelola bank-bank Himbara. Langkah ini dinilai bisa memperkuat likuiditas.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI Kuseryansyah mengatakan saat ini perbankan telah menjadi tulang punggung pendanaan industri pindar. Berdasarkan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2026, kontribusi perbankan sebagai lender dari industri ini telah mencapai 70 persen.
|Baca juga: Nasabah Bank Jago Syariah Tembus 2,4 Juta per Desember 2025, Tumbuh 16,5%!
“Jadi, (artinya) yang kita salurkan sekarang sebenarnya (sebagian besar merupakan) uang perbankan. Namun memang melalui skema digital dan ada catatannya masing-masing,” kata Kus sapaan akrabnya, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Namun demikian, ia melihat peluang sinergi masih bisa diperluas, khususnya dengan bank-bank pemerintah yang memiliki kapasitas dana besar, termasuk dana SAL yang nilainya mencapai Rp200 triliun.
Menurutnya, apabila sebagian kecil saja dari dana tersebut, misalnya, Rp10 triliun dapat disalurkan melalui platform pindar, dampaknya akan signifikan bagi pembiayaan UMKM dan sektor produktif lainnya.
|Baca juga: Jelang THR, Nasabah Bank Jago Lebih Banyak Siapkan Kantong Buat Bayar Utang
|Baca juga: Transaksi Sedekah Bank Jago (ARTO) Melonjak 250% di Awal Ramadan 2026, Ini Pemicunya!
“Nah ini, kita juga sebenarnya ingin sekali ya, bisa ada komunikasi ke bank-bank pemerintah yang punya dropping dana Rp200 triliun (SAL). Misalnya pindar kebagian sebesar Rp10 triliun ya lumayan. Itu pasti menambah dan kita salurannya dengan sangat cepat,” ujarnya.
Meski kontribusi perbankan yang telah mencapai 70 persen dan dinilai sudah cukup baik, namun ia menegaskan masih terdapat ruang untuk meningkatkan sinergi, terutama jika kerja sama dengan bank-bank Himbara dapat direalisasikan.
“Sekarang sebenarnya 70 persen itu not bad, sudah sangat baik sebenarnya. Cuma (masih terdapat) ruang untuk memperbesar itu kalau kita juga nanti bisa bekerja sama dengan bank-bank pemerintah. Ibaratnya itu juga (dilakukan) agar uangnya menjadi lebih besar,” pungkas Kus.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
