1
1

Berikut Dampak Teknologi Digital pada Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi. | Foto: Kaspersky

Media Asuransi, JAKARTA – Pada zaman digital yang modern seperti sekarang, hampir semua individu memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari. Manfaat dan kenyamanan yang dihadirkan oleh teknologi digital tidak dapat dipungkiri sudah wajib dimiliki.

Tapi apa kalian tahu, seiring dengan manfaatnya penggunaan teknologi digital, juga berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan mental. We Are Social melaporkan pada Januari 2023, terdapat sekitar 213 juta individu di Indonesia yang menggunakan internet.

|Baca juga: 5 Hal yang Wajib Diperhatikan saat Memilih Pinjaman Daring Terpercaya

|Baca juga: Jangan Sampai Tertipu, Begini Cara Cerdas Berinvestasi di Era Digital!

Jumlah ini mencakup sekitar 77 persen dari keseluruhan populasi Indonesia yang berjumlah sekitar 276,4 juta orang pada awal tahun ini. Selain itu, studi yang dilakukan oleh Pew Research Center menunjukkan 58 persen dari pekerja merasa teknologi telah menyebabkan kaburnya batas antara waktu kerja dan waktu pribadi.

Hal ini dapat menghasilkan perasaan terus-menerus ‘terhubung’ yang berdampak pada keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Banyak orang sering mengabaikan pentingnya kesehatan mental yang merupakan faktor kunci untuk hidup bahagia dan produktif.

|Baca juga: Mengenal dan Sinyal Terkena Mid Career Crisis, Sudah Tahu?

|Baca juga: Rahasia di Balik Law of Attraction (LoA) untuk Menarik Kesuksesan

Untuk itu penting bagi kamu mengetahui apa saja hal yang dapat menjaga kesehatan mental di era digital seperti saat ini. Melansir Tugu Insurance, Minggu, 13 Juli 2025, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mental di era digital:

Mulai kurangi screen time

Penggunaan perangkat digital seperti ponsel dan laptop dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental. Disarankan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di depan layar dan mencoba membatasi penggunaan perangkat digital hanya selama beberapa jam setiap harinya. Manfaatkan waktu luang untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga atau bersosialisasi dengan teman.

Melakukan detoks digital

Berdasarkan hasil penelitian Deloitte menunjukkan lebih dari setengah partisipan percaya bahwa mereka memerlukan ‘detoks digital’ secara teratur guna mempertahankan keseimbangan.

Lebih dekat dengan alam

Dr. Richard Louv, pengarang buku ‘The Nature Principle’ mengajukan saran untuk memulihkan keseimbangan melalui koneksi dengan alam. Menghabiskan waktu di luar ruangan dan terlibat dengan lingkungan alam dapat memberikan manfaat dalam mengurangi tingkat stres serta memunculkan rasa keseimbangan untuk kamu.

|Baca juga: Merger 3 Reasuransi BUMN Dinilai Bisa Tekan Defisit Neraca Jasa Asuransi ke Luar Negeri

|Baca juga: Hard Work Vs Smart Work, Mana Lebih Penting?

Ubah mindset yang lebih sehat

Mengakui urgensi kesehatan mental dalam era digital adalah langkah awal yang krusial. Penting untuk menyadari bahwa kesehatan mental merupakan komponen integral dari kesejahteraan dan kualitas hidup secara menyeluruh dengan memiliki mindset yang positif juga sehat.

Menjaga pola makan sehat

Mengadopsi pola makan sehat berpengaruh pada kesehatan mental. Hindarilah konsumsi makanan tidak sehat seperti makanan cepat saji dan minuman beralkohol. Sebaliknya, prioritaskan konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan sumber protein. Ini dapat berkontribusi pada kesehatan mental dan memberikan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Inilah Nama 26 Calon Ketua dan Anggota DK LPS 2025-2030 yang Lolos Seleksi Administratif
Next Post Harga Bitcoin Diramal Berpotensi Tembus Level US$118.000

Member Login

or