Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pendanaan pinjaman daring (pindar) pada periode Ramadan cenderung menunjukkan peningkatan. Diharapkan kondisi itu juga bisa terjadi pada Ramadan tahun ini dengan risiko tetap terkendali.
Secara historis, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, pada periode Ramadan 2024 atau di Maret 2024, penyaluran pendanaan tumbuh 8,90 persen secara mtm.
Sementara periode Ramadan 2025 atau Maret 2025 penyaluran pendanaan meningkat 3,80 persen mtm. “Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” kata Agusman, dikutip dari jawaban tertulisnya, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menambahkan penyaluran pendanaan pindar saat ini masih didominasi pendanaan konsumtif. Pada November 2025, outstanding pendanaan konsumtif mencapai Rp63,63 triliun dengan porsi 67,09 persen dari total outstanding industri pindar.
“Dengan demikian, sektor produktif mencakup 32,91 persen dari total outstanding industri pindar,” jelasnya.
Mengutip data OJK, outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) pada November 2025 tumbuh 25,45 persen secara yoy (Oktober 2025: 23,86 persen yoy), dengan nominal sebesar Rp94,85 triliun. Tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) berada di posisi 4,33 persen (Oktober 2025: 2,76 persen).
Berdasarkan SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan pada November 2025 meningkat sebesar 68,61 persen yoy (Oktober 2025: 69,71 persen yoy), atau menjadi Rp11,24 triliun dengan NPF gross sebesar 2,78 persen (Oktober 2025: 2,79 persen).
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
