Media Asuransi, JAKARTA – Digital Realty, platform pusat data terbesar di dunia yang tidak terikat secara ekseklusif dengan satu cloud maupun operator tertentu, mengumumkan ekspansi Digital Realty Innovation Lab (DRIL) miliknya ke Singapura dan Jepang.
Langkah ini menandai ekspansi pertama jaringan DRIL global perusahaan tersebut ke Asia Pasifik, menyusul keberhasilan peluncuran fasilitas DRIL perdana di Virginia Utara pada bulan September 2025, yang telah menerima lebih dari 120 kunjungan dari pelanggan perusahaan kami.
Lokasi DRIL yang baru akan menyediakan lingkungan pengujian dunia nyata yang didukung sepenuhnya kepada ekosistem mitra dan pelanggan. Di fasilitas ini, mereka dapat membawa beban kerja sendiri atau menggunakan infrastruktur yang telah dikonfigurasi sebelumnya untuk memvalidasi penerapan AI dan cloud hibrida sebelum meningkatkan secara langsung.
|Baca juga: Kolaborasi Metrodata, Workday, dan Mercer Indonesia Dukung Transformasi Digital SDM
Hal ini disebut menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya adopsi AI, karena kesiapan infrastruktur kerap menjadi kendala utama dalam mendorong peralihan dari tahap uji coba ke produksi dalam skala besar.
Peluncuran ini mencerminkan komitmen Digital Realty untuk memperkuat kepemimpinan Singapura dan Jepang dalam hal inovasi AI. Di Singapura, adopsi AI mendorong pertumbuhan berkelanjutan pada ekonomi digital nasional, yang kini menyumbang 18,6 persen dari total PDB.
Pada saat yang sama, Jepang berencana menginvestasikan 10 triliun yen atau lebih di sektor semikonduktor dan AI paling lambat pada tahun 2030. Keduanya dijadwalkan mulai tersedia untuk digunakan oleh pelanggan dan mitra pada tahun ini.
DRIL Singapura dirancang untuk berfungsi sebagai pusat inovasi digital yang mempertemukan pelanggan, mitra, dan institusi riset lokal dengan penyedia teknologi global serta pelaku industri yang ingin mengembangkan, menguji, dan menerapkan solusi AI dan cloud hibrida di Singapura.
Di Jepang, DRIL akan berlokasi di pusat data NRT12 milik perusahaan di kawasan Tokyo Raya. Fasilitas yang dirancang untuk mendukung penerapan AI tingkat lanjut dan komputasi berkinerja tinggi juga akan memiliki 20 rak dengan kemampuan pendinginan cair langsung (DLC) sehingga mampu menangani beban kerja dengan kepadatan daya tinggi.
“Untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan ekonomi digital, dibutuhkan ekosistem inovasi yang dibangun di atas infrastruktur yang tidak hanya siap untuk AI, tetapi juga efisien, tangguh, dan tepercaya,” kata Direktur Pelaksana dan Kepala Digital Realty cabang Asia Pasifik, Serene Nah, dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu, 1 Maret 2026.
“Sejak DRIL diluncurkan di Amerika Serikat, kami melihat permintaan yang kuat dari pelanggan dan mitra di seluruh Asia Pasifik yang mencari lingkungan khusus untuk memvalidasi arsitektur AI dan cloud hibrida sebelum melakukan penerapan dalam skala besar,” tambahnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa perluasan kapabilitas ini ke Singapura dan Jepang menunjukkan kematangan digital kedua pasar tersebut serta peran penting keduanya dalam membentuk daya saing digital jangka panjang di kawasan ini. Dengan menciptakan ruang bagi perusahaan untuk menguji, mengoptimalkan, dan memitigasi risiko infrastruktur AI mereka, kami mempercepat penerapan yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat posisi kami di Asia Pasifik sebagai pusat inovasi digital yang tepercaya.
|Baca juga: NTT DATA Foresight Report 2026 Ungkap 6 Tren Pembentuk Masa Depan Inovasi Teknologi
Menurut Serene Nah, lokasi DRIL yang baru akan memungkinkan pelaku usaha di Singapura dan Jepang untuk menguji kinerja, mengoptimalkan konfigurasi, serta terhubung secara lancar dengan penyedia cloud dan jaringan melalui ServiceFabric®, platform interkoneksi dan orkestrasi global milik Digital Realty.
Dengan memanfaatkan pengalaman global Digital Realty dalam menerapkan infrastruktur yang siap mendukung AI serta metodologi Pervasive Datacenter Architecture (PDx®) yang telah teruji, DRIL Singapura memungkinkan pelanggan untuk menguji, mengoptimalkan, dan memvalidasi penerapan AI dalam kondisi dunia nyata sehingga mengurangi kompleksitas dan secara signifikan mempercepat perjalanan dari tahap uji coba ke produksi.
Sejalan dengan jaringan DRIL global, beberapa fitur utama yang akan tersedia mencakup:
- Pengujian AI dan HPC berkepadatan tinggi.
Dukungan untuk beban kerja AI dan komputasi berkinerja tinggi dengan kolokasi berkepadatan tinggi, yang mengakomodasi penerapan hingga 150kW per kabinet.
|Baca juga: Nokia Gandeng Surge Hadirkan Layanan Internet Kecepatan Tinggi di Indonesia
- Pengujian berbasis efisiensi energi dan pendinginan.
Memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja AI, kepadatan daya, serta kompromi efisiensi sebelum penerapan dalam skala penuh.
- Pengoptimalan infrastruktur AI.
Memungkinkan pelaku usaha untuk mengeksplorasi kebutuhan daya, pendinginan, dan sumber daya GPU yang spesifik untuk AI dalam lingkungan yang dioptimalkan bagi beban kerja AI.
- Validasi cloud hibrida.
Konektivitas langsung ke cloud memungkinkan perusahaan menyempurnakan strategi hibrida mereka serta melakukan orientasi dengan lancar melalui ServiceFabric®, platform interkoneksi dan orkestrasi milik Digital Realty.
- Orkestrasi beban kerja AI.
Pelanggan dapat mengorkestrasi beban kerja AI melalui Private AI Exchange (AIPx) milik Digital Realty untuk memungkinkan integrasi yang aman dan berlatensi rendah di berbagai lingkungan terdistribusi.
- Pengujian latensi di berbagai lokasi.
Perusahaan dapat menguji berbagai skenario latensi guna memastikan kinerja yang lancar di berbagai lokasi maupun destinasi cloud.
Serene Nah juga menuturkan bahwa jaringan DRIL global saat ini telah mendukung ekosistem pelanggan dan mitra yang terus berkembang, termasuk AMD, Cisco, dan Lenovo, yang berfokus pada peningkatann arsitektur AI dan cloud hibrida.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
