1
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇨🇳 中文 (简体)
🇯🇵 日本語
🇰🇷 한국어
🇸🇦 العربية
🇲🇾 Melayu
🇹🇭 ภาษาไทย
🇻🇳 Tiếng Việt
1

Dorong Inklusi Keuangan, Bimasakti Hadirkan Pembayaran Digital ke Seluruh Daerah

Ilustrasi industri fintech. | Foto: PayerMax

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bimasakti Multi Sinergi, anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), yang memulai operasionalnya dari Sidoarjo, Jawa Timur, terus memperluas jangkauan bisnisnya.

“Perjalanan perusahaan dari Sidoarjo hingga berkembang secara nasional merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi pembayaran digital yang lebih inklusif. Sejak awal kami melihat bahwa kebutuhan layanan pembayaran digital tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah,” ujar VP Regulator and State Authority Bimasakti, Novandy Bambang Pramana, dalam keterangan resminya, Selas, 31 Maret 2026.

|Baca juga: AFTECH dan Mandala Consulting Luncurkan White Paper

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto menambahkan, kehadiran Bimasakti memperlihatkan bahwa inovasi dari daerah mampu berkontribusi nyata dalam membangun ekosistem ekonomi digital nasional, sehingga perkembangan industri fintech menjadi lebih inklusif dan tidak lagi terpusat di wilayah Jabodetabek.

“Pertumbuhan perusahaan fintech dari daerah merupakan sinyal positif bagi pemerataan inovasi dan perluasan akses layanan keuangan digital. Hal ini penting untuk membuka kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah, sekaligus memperkuat ekosistem fintech nasional,” ujar Firlie.

|Baca juga: AFPI Pede Pembiayaan Fintech Tumbuh Pesat di 2026

Seiring perkembangan bisnis serta meningkatnya kebutuhan layanan pembayaran digital yang aman dan terpercaya, Bimasakti terus memperkuat tata kelola sistem dan perlindungan data. Hal ini ditandai dengan perolehan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi independen global, TÜV Rheinland.

“AFTECH mengapresiasi langkah Bimasakti Multi Sinergi dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi melalui sertifikasi ISO/IEC 27001:2022. Upaya ini menunjukkan komitmen pelaku industri untuk terus meningkatkan standar keamanan dan perlindungan data, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem fintech Indonesia yang semakin aman, terpercaya dan berkelanjutan,” ujar Firlie.

Editor :Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Lebaran, Keluarga, dan Makna Pelindungan
Next Post AFPI Siap Ajukan Banding atas Putusan KPPU

Member Login

or