Media Asuransi, JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan kuartal keempat dan tahun buku 2025. Perseroan melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan pada 2025 sebesar Rp1,8-1,9 triliun, dan menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik 59-69 persen menjadi Rp3,2-3,4 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyatakan GoTo mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama 2025 dengan GTV inti meningkat 49 persen secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah ditetapkan.
“Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2–3,4 triliun. Pertumbuhan laba diperkirakan terus berlanjut di seluruh lini bisnis financial technology dan on-demand services sepanjang 2026,” kata Hans, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 12 Maret 2026.
|Baca juga: OJK Siap Implementasikan New RBC di Industri Asuransi, Begini Kata Bos AAUI!
|Baca juga: BSI Institute Beberkan 2 Siasat Jitu untuk Dongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah RI
“Untuk unit usaha on-demand services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” tambahnya.
Untuk mewujudkannya, lanjutnya, GOTO akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan GOTO menghadirkan solusi tersebut.
Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menambahkan kinerja GOTO mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan profitabilitas.
|Baca juga: Ekonomi Halal Global Melesat, Industri Asuransi Syariah Didorong Ambil Peran
“Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif. Kami juga mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif,” ucapnya.
Sedangkan GTV Inti grup tumbuh 57 persen YoY menjadi Rp124 triliun pada kuartal IV, dan meningkat 49 persen YoY menjadi Rp400 triliun untuk setahun penuh. Total GTV naik menjadi Rp212 triliun, atau tumbuh 47 persen YoY pada kuartal IV, dan meningkat 32 persen menjadi Rp686 triliun untuk setahun penuh.
Pendapatan bersih naik 19 persen YoY menjadi Rp5 triliun pada kuartal IV, dan naik 24 persen YoY menjadi Rp18,3 triliun untuk setahun penuh. Hal itu sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna yang bertransaksi tahunan (ATU) grup sebesar 24 persen YoY menjadi 66 juta pengguna.
EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp672 miliar pada kuartal IV, meningkat 106 persen YoY, dan Rp2 triliun untuk tahun buku 2025, mencerminkan peningkatan 544 persen YoY, melampaui pedoman perseroan sebesar Rp1,8-1,9 triliun.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
