Media Asuransi, JAKARTA – Kredivo mencatat pertumbuhan volume transaksi paylater sebesar 27 persen dan nilai transaksi 26 persen selama Ramadan dan Lebaran 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut turut ditopang peningkatan pengguna baru sebesar 31 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan paylater sebagai alternatif pengelolaan arus kas di tengah kebutuhan musiman masyarakat.
Di sisi lain, pola penggunaan layanan menunjukkan kecenderungan yang lebih terarah. Tenor satu bulan menjadi pilihan dominan, mencerminkan pemanfaatan paylater untuk kebutuhan jangka pendek, terutama menjelang periode gajian dan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).
|Baca juga: PSAK 117 Bikin Industri Asuransi Keteteran, OJK Buka Opsi Mundurkan Tenggat Laporan Keuangan
|Baca juga: OJK Catat 6 BPR Dicabut Izinnya hingga Kuartal I/2026. Ini Daftar Perusahaannya!
|Baca juga: OJK Awasi Khusus 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun, Ini Alasannya!
SVP Marketing & Communications Kredivo Indina Andamari mengatakan tren Ramadan tahun ini tidak hanya ditandai oleh peningkatan transaksi, tetapi juga perubahan perilaku pengguna dalam mengatur pengeluaran.
“Kami melihat paylater dimanfaatkan sebelum gajian dan THR, dengan tenor satu bulan sebagai pilihan utama agar pengeluaran tetap terjaga, apalagi Kredivo menawarkan nol persen bunga dan admin untuk tenor ini,” ujar Indina, dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa, 7 April 2026.
“Hal ini menunjukkan peran paylater sebagai alat bantu perencanaan keuangan jangka pendek dan sudah menjadi preferensi masyarakat sebagai metode pembayaran sehari-hari,” tambahnya.
Rata-rata nilai transaksi per pengguna berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta, dengan frekuensi transaksi mencapai 4-5 kali. Angka ini menunjukkan layanan paylater digunakan tidak hanya untuk transaksi bernilai besar, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan harian secara bertahap.
|Baca juga: Universal Banking Mulai Dikaji, OJK Ingatkan Kesiapan Bank Belum Merata
|Baca juga: OJK Dorong Pendalaman Pasar Modal Lewat Penguatan Suplai, Demand, dan Infrastruktur
|Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, APBN 2026 Tetap Terjaga!
Kategori groceries mencatat lonjakan signifikan dengan pertumbuhan volume transaksi hingga 160 persen dibandingkan dengan Ramadan 2025. Secara geografis, pertumbuhan juga terlihat pada transaksi offline, khususnya di wilayah tier 2 dan 3.
Volume transaksi di daerah tersebut meningkat 31 persen, sementara nilai transaksi naik 67 persen selama Ramadan 2026. Perusahaan menyatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan strategi ekspansi layanan dan penguatan kemitraan merchant di luar Jabodetabek untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih merata.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang sehat melalui ekspansi yang terukur, penguatan manajemen risiko, penerapan prinsip responsible lending serta edukasi keuangan. Tujuannya agar paylater tidak hanya memudahkan, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pengguna dan ekosistem,” tutup Indina.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
