1
1

Waspada, Marak Penipuan Digital Jelang THR Cair

Ilustrasi. | Foto: VIDA

Media Asuransi, JAKARTA – Para pekerja umumnya mulai menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran mulai minggu ini. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penipuan digital yang meningkat  melalui phishing dan malware yang menargetkan data pribadi dan kredensial penting.

Modus penipuan digital terus berevolusi dengan cara yang semakin canggih. Mulai dari deepfake AI yang memalsukan wajah dan suara, fake Base Transceiver Station (BTS) yang mengirimkan pesan palsu secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi, hingga malware berbahaya yang mampu menyusup dan menyadap perangkat pengguna.

“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis. Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya,” ungkap  Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur, dalam keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.

|Baca juga: Waspada Scam Nataru, VIDA Bagikan Tips Aman Bertransaksi Digital

Terdapat 2 modus penipuan digital  yang marak terjadi di Indonesia saat ini:

  1. Phishing atau smishing: Metode ini melibatkan berbagai cara untuk memancing korban mengklik tautan dan memasukkan data pribadi seperti username, password, dan One-Time Password (OTP) via SMS.

Contohnya, pelaku dapat menyamar sebagai instansi logistik ataupun ada nomor tidak diketahui memberikan tawaran promo Ramadan palsu. Modus ini juga berkembang melalui metode

|Baca juga: Waspada! 10 Modus Penipuan Digital yang Terlihat Sepele tapi Bisa Bikin Uang Raib!

Penipuan melalui metode fake BTS yang memungkinkan pesan palsu terkirim secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi sehingga terlihat meyakinkan bagi penerima.

  1. Modus penipuan kedua adalah Malware: Metode ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK. Modus yang digunakan beragam, mulai dari dokumen status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga dokumen dokumen palsu.

Kedua modus ini memiliki pola yang serupa, yaitu berupaya memperoleh akses terhadap password atau kredensial pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa password semata tidak lagi cukup menjadi benteng keamanan di era digital yang semakin kompleks.

|Baca juga: VIDA Luncurkan Where’s The Fraud Hub dan Fitur Magic Scan

Niki menjelaskan bahwa identitas digital pada dasarnya terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu what you know (apa yang diketahui), what you have (apa yang dimiliki), dan who you are (apa yang menjadi keunikan diri). What you know, merujuk pada informasi yang diketahui pengguna seperti password, nama ibu kandung, atau pertanyaan keamanan yang lazim digunakan dalam proses verifikasi akun. What you have, mengacu pada perangkat yang dimiliki pengguna, seperti telepon genggam, token, atau perangkat yang menyimpan akses terhadap identitas digital. Sementara itu, who you are, berkaitan dengan karakteristik biometrik yang melekat pada individu, seperti wajah, suara, dan sidik jari, yang bersifat unik dan semakin banyak digunakan sebagai metode autentikasi.

Menurutnya, Password dan OTP tidak lagi dapat menjadi satu-satunya cara verifikasi yang aman, mengingat maraknya kebocoran data serta berbagai teknik penipuan yang terus berkembang.

‘’Karena itu, perangkat yang kita miliki (what you have) serta identitas biometrik (who you are) perlu dilindungi dan dimanfaatkan sebagai lapisan keamanan tambahan. VIDA menerapkan pendekatan layered defense yang memperkuat perlindungan perangkat sekaligus menghadirkan verifikasi berbasis biometrik untuk membangun rasa aman dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujar Niki.

VIDA mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap setiap pesan digital yang meminta mereka mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi.

Editor: Wahyu Widiastuti

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AXA Financial Indonesia Luncurkan Rider Asuransi Rawat Jalan AXA Gen Health
Next Post Survei Konsumen BI Februari 2026: Keyakinan Konsumen Tetap Kuat

Member Login

or