Media Asuransi, JAKARTA – Mengelola uang jajan sering menjadi tantangan, terutama bagi pelajar atau mahasiswa yang masih bergantung pada uang saku dari orang tua. Tidak sedikit yang merasa uang jajan cepat habis sebelum waktunya. Padahal, kondisi tersebut kerap dipengaruhi oleh cara mengatur pengeluaran sehari-hari.
Dengan pengelolaan yang lebih disiplin, uang jajan sebenarnya bisa dimanfaatkan secara lebih efektif. Kebiasaan hidup hemat juga sebaiknya mulai dibangun sejak usia muda agar terbiasa mengatur keuangan dengan baik di masa depan.
|Baca juga: 5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Kamu Lebih Efisien
|Baca juga: Simak Langkah Tepat Merencanakan Keuangan untuk Pendidikan Anak
Sebagian besar pelajar maupun mahasiswa menerima uang jajan secara mingguan atau bulanan dari orang tua. Hal yang sama juga dialami oleh pekerja yang menerima gaji setiap bulan. Melansir laman OCBC, Sabtu, 14 Maret 2026, agar pengeluaran tetap terkontrol dan uang tidak cepat habis, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan:
1. Buat catatan keuangan
Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dapat membantu memantau penggunaan uang secara lebih jelas. Melalui catatan tersebut, seseorang dapat mengetahui ke mana saja uang digunakan dan mengevaluasi kebiasaan belanja yang mungkin terlalu boros. Tanpa pencatatan, pengeluaran sering kali terasa tidak besar padahal jumlahnya sudah cukup banyak.
2. Buat daftar belanjaan pasti
Menyusun daftar belanja sebelum membeli sesuatu dapat membantu menghindari pembelian barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Daftar tersebut juga memudahkan dalam menentukan prioritas kebutuhan, misalnya mendahulukan kebutuhan pendidikan atau keperluan utama lainnya.
3. Buat perbandingan harga
Sebelum membeli barang, ada baiknya mengecek harga di beberapa tempat terlebih dahulu. Cara ini dapat dilakukan baik saat berbelanja secara online maupun offline. Dengan membandingkan harga dari beberapa toko atau platform, pembeli dapat memilih produk dengan harga yang lebih terjangkau.
4. Sisihkan sebagian sebelum digunakan
Menyisihkan sebagian uang jajan sejak awal dapat menjadi strategi yang efektif untuk berhemat. Misalnya, pada awal bulan menyisihkan sekitar 10 persen hingga 20 persen dari uang yang diterima. Dana tersebut dapat disimpan sebagai tabungan atau digunakan ketika muncul kebutuhan mendesak.
|Baca juga: 3 Hal Penting yang Perlu Dilakukan Lulusan Baru soal Keuangan!
5. Masukkan dalam investasi
Memulai investasi sejak dini dapat menjadi langkah yang baik untuk mengelola uang secara lebih produktif. Saat ini tersedia berbagai instrumen investasi dengan modal awal yang relatif kecil, sehingga bisa diakses oleh pelajar maupun pemula. Selain membantu menumbuhkan dana, kebiasaan ini juga melatih disiplin dalam mengelola keuangan.
6. Berani berkata tidak
Kebiasaan berkumpul atau nongkrong bersama teman memang menyenangkan, tetapi jika dilakukan terlalu sering bisa membuat pengeluaran meningkat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya sesekali menolak ajakan hangout agar pengeluaran tetap terkendali.
7. Jangan menuruti FOMO
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sering membuat seseorang merasa harus mengikuti tren terbaru. Kondisi ini dapat mendorong perilaku konsumtif karena membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Untuk menghindarinya, penting untuk lebih selektif dalam berbelanja dan tidak selalu mengikuti tren yang sedang populer.
8. Jika yang murah berkualitas, kenapa harus mahal?
Dalam memilih barang, sebagian orang lebih mempertimbangkan merek dibandingkan dengan fungsi. Padahal, banyak produk dengan kualitas yang tidak jauh berbeda tetapi memiliki harga yang lebih terjangkau. Memprioritaskan fungsi dan kualitas dibandingkan dengan merek dapat membantu menekan pengeluaran.
9. Manfaatkan fasilitas gratis
Memanfaatkan fasilitas gratis dapat membantu mengurangi biaya sehari-hari. Misalnya menggunakan jaringan wifi di kampus, kantor, atau tempat umum agar tidak terlalu banyak menggunakan kuota internet. Selain itu, buku yang dibutuhkan juga dapat dipinjam dari perpustakaan daripada harus membelinya.
10. Manfaatkan promo dan voucher belanja
Banyak platform e-commerce menawarkan promo atau voucher diskon pada waktu-waktu tertentu, seperti saat kampanye tanggal kembar. Memanfaatkan momen tersebut dapat membantu mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga normal.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
