1
1

5 Cara Cepat Kaya yang Salah Kaprah, Wajib Dihindari!

Ilustrasi. | Foto: OCBC

Media Asuransi, JAKARTA – Punya kehidupan mapan dan bebas finansial memang jadi impian banyak orang. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah dalam memahami cara cepat kaya. Alih-alih makin dekat dengan kebebasan finansial, mereka justru terjerumus ke jalan yang salah karena ingin hasil instan.

|Baca juga: SMBC Indonesia (BTPN) Komitmen Berdayakan UMKM Lewat Gelar Daya Fest 2025

|Baca juga: Igloo Luncurkan Fitur Rekomendasi AI untuk Asuransi Mobil

Mengutip OCBC, Sabtu, 30 Agustus 2025, berikut beberapa jalan menuju kekayaan yang banyak dipercaya, padahal sebenarnya salah kaprah:

1. Investasi asal-asalan

Salah satu jebakan paling umum adalah investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam jangka waktu singkat dan tanpa risiko. Biasanya mereka bilang, ‘modal kecil, untung besar dalam seminggu’ atau tagline yang serupa. Padahal, ini cuma strategi marketing. Skema seperti ini sering kali memakai sistem ponzi, di mana keuntungan yang dibayarkan ke investor lama diambil dari uang investor baru. Saat tidak ada investor baru yang masuk, sistem ini akan runtuh. Jadi, kamu bukan hanya kehilangan uang tapi juga bisa terseret hukum.

2. Trading tanpa ilmu

Trading saham atau kripto bisa jadi salah satu cara membangun kekayaan. Tapi kalau dilakukan tanpa ilmu, hasilnya bisa berantakan. Banyak orang tergiur melihat konten yang cuan besar, lalu buru-buru ikut. Padahal ia melakukannya tanpa tahu dasar ilmunya. Mereka berharap bisa jadi kaya hanya dengan menebak naik turunnya harga. Padahal, trading butuh analisis, strategi dan manajemen risiko yang kuat. Kalau dilakukan asal-asalan, bukan kaya yang didapat tapi malah kehilangan modal.

3. Gaya hidup palsu

Banyak orang ingin terlihat kaya. Akibatnya, mereka menggunakan pinjaman untuk membeli barang mahal seperti gadget terbaru, mobil mewah, hingga liburan ke luar negeri. Semua itu hanya demi pencitraan di media sosial. Cara ini bukan hanya salah, tapi juga berbahaya. Mengandalkan utang untuk memenuhi gaya hidup akan membuat kondisi keuangan rentan.

|Baca juga: Ekonom Bank Mandiri Sebut Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

|Baca juga: Ekonom Bank Mandiri Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,96% di 2025

4. Motivasi tanpa aksi

Motivasi memang penting, tapi kalau hanya jadi penonton video motivasi tanpa aksi nyata, ya hasilnya nol besar. Banyak orang merasa cukup termotivasi hanya dengan melihat orang sukses. Tapi, mereka tak melakukan langkah apapun untuk mencapai hal yang sama.

5. Bisnis ikut-ikutan

Melihat orang lain sukses dengan bisnis tertentu, langsung ikut-ikutan buka usaha yang sama. Padahal, belum tentu itu cocok dengan kondisi kita. Tanpa perencanaan yang matang, tanpa riset pasar dan strategi pemasaran, bisnis bisa cepat gagal.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Aklamasi, Budi Tampubolon Diangkat Jadi Ketua AAJI Periode 2025-2028
Next Post 9 Jurus Jitu Kumpulkan Rp100 Juta Pertamamu, Wajib Diterapkan!

Member Login

or