Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Januari 2026 tumbuh melambat dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025. Jumlah Uang Primer Adjusted Desember 2025 tercatat sebesar Rp2.193 triliun.
Uang Primer Adjusted pada Januari 2026 tumbuh 14,7 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 yang sebesar 16,8 persen yoy.
|Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Peredaran Uang Primer Naik 11,4% di Desember 2025
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bahwa perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal dan giro. “Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 30,1 persen yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,4 persen yoy,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 9 Februari 2026.
Menurut dia, berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah dipengaruhi dampak pemberian insentif likuiditas, atau pengendalian moneter adjusted.
Ramdan menjelaskan bahwa Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.
Mulai Januari 2025, Bank Indonesia memberikan gambaran lebih lengkap terhadap perkembangan uang primer dengan juga menunjukkan angka M0 Adjusted untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi likuiditas, termasuk kondisi likuiditas yang telah mengakomodasi dampak kebijakan insentif likuiditas.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
