1
1

CBRE Advisory Indonesia Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid di 2026

(Ki-ka) Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus; Head of Industrial & Capital Markets Ivana Susilo; Mananging Director Angela Wibawa; dan CO Head Office Services Albert Dwiyanto. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – CBRE Advisory Indonesia, perusahaan konsultasi real estate dan konstruksi global, memprediksi kinerja pasar properti Jakarta tumbuh solid pada 2026 seiring prospek ekonomi nasional yang tetap positif, meningkatnya investasi asing langsung, serta permintaan ruang yang terus menunjukkan tren penguatan.

Managing Director CBRE Advisory Indonesia Angela Wibawa menjelaskan dari sisi makro ekonomi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang berada di kisaran 5,11 persen menjadi fondasi kuat bagi pergerakan sektor properti.

Selain itu, lanjutnya, arus Foreign Direct Investment (FDI) yang tumbuh positif dibandingkan dengan 2024 dinilai memberikan efek limpahan terhadap kebutuhan ruang usaha dan infrastruktur pendukung.

“Kita juga melihat lebih banyak investasi asing langsung yang masuk. Artinya, limpahan yang kita lihat sebagian besar berasal dari sisi manufaktur bisnis. Artinya, industri dan logistik merupakan sesuatu yang menjadi salah satu pendorong tumbuhnya industri tersebut,” ungkapnya, dalam Media Briefing, di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

|Baca juga: Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,39% di Kuartal IV/2025 Tertinggi di G20

Ia menambahkan investasi yang banyak mengalir ke sektor manufaktur akan meningkatkan kebutuhan kawasan industri, gudang logistik, serta fasilitas distribusi modern. Dari perspektif ritel, Angela menilai, pasar Indonesia masih menarik bagi pelaku usaha global.

Masuknya berbagai merek baru dari China dan Korea Selatan yang mulai berekspansi di Indonesia, lanjutnya, menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap potensi konsumsi domestik. Selain membuka gerai baru, sejumlah grup ritel juga melakukan diversifikasi lini bisnis yang turut meningkatkan kebutuhan ruang komersial.

Selain sektor industri dan ritel, CBRE Advisory Indonesia juga melihat peluang pertumbuhan signifikan pada sektor kesehatan dan ilmu hayati. “Yang kita lihat sekarang ini adalah kesehatan dan ilmu hayati adalah sektor lain yang kita lihat akan bisa berkembang pesat dari sudut pandang real estate di Indonesia,” katanya.

|Baca juga: AAJI Respons Positif Sejumlah Upaya Strategis OJK untuk Redam Fluktuasi Pasar Modal

|Baca juga: BCA (BBCA) Luncurkan Ocean by BCA, Portal Digital Terintegrasi untuk Pelaku Usaha

|Baca juga: Moody’s Pangkas Outlook, BCA (BBCA) Blak-blakan tentang Dampaknya ke Kredit

Dengan prospek ekonomi yang kuat, sentimen positif, dan kondisi Indonesia dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, CBRE melihat, akan ada dampak yang lebih besar terhadap real estate ke depannya.

“Seperti sekarang ini yang kita lihat juga dari berbagai sektor, dari perkantoran, industri, ritel, pada dasarnya pertumbuhan sewa itu sudah kita bisa lihat,” kata Angela.

Ke depan pertumbuhan permintaan ruang diramal semakin selaras dengan ketersediaan pasokan, khususnya di sektor perkantoran. Pasokan baru yang masuk ke pasar relatif terbatas dalam beberapa tahun mendatang, sehingga berpotensi menjaga keseimbangan pasar sekaligus mendukung kenaikan tingkat hunian dan stabilisasi harga sewa.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Survei Konsumen BI Januari 2026: Keyakinan Konsumen Meningkat
Next Post Pasar Perkantoran CBD Jakarta Mulai Pulih, Okupansi Naik ke 75,8% di Kuartal IV/2025

Member Login

or