1
1

Haruskah Kita Memasang Target Tabungan Sesuai Usia? Temukan Jawabannya di Artikel Ini!

Ilustrasi. | Foto: lcd2020/Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Pembahasan soal tabungan sering datang dengan angka kaku. Usia sekian harus punya sekian. Usia segini dianggap tertinggal kalau belum mencapai target tertentu. Pola pikir seperti ini mudah memicu rasa cemas, padahal kondisi hidup setiap orang sangat berbeda.

Melansir Bank Neo Commerce, Sabtu, 17 Januari 2026, pendekatan yang lebih adil adalah melihat tabungan sebagai kebiasaan, bukan perlombaan. Tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Penghasilan, tanggung jawab keluarga, dan kondisi hidup memberi pengaruh besar pada kemampuan menabung.

Usia muda dan proses belajar mengelola uang

Di usia awal dewasa, tabungan masih tipis. Penghasilan baru dimulai, kebutuhan belajar mandiri cukup besar, dan adaptasi hidup masih berjalan. Di fase ini, tabungan berfungsi sebagai latihan. Menyisihkan sedikit uang secara rutin sudah menjadi pencapaian. Fokusnya bukan pada jumlah, melainkan konsistensi.

Kebiasaan ini membantu kamu mengenal pola keuangan sendiri dan belajar mengatur prioritas. Saat tabungan mulai terbentuk, rasa aman ikut tumbuh. Bukan karena nominalnya besar, tapi karena kamu tahu sedang membangun fondasi.

Usia produktif dan kebutuhan yang meningkat

Memasuki usia produktif, tanggung jawab biasanya bertambah. Kebutuhan hidup meningkat, rencana jangka menengah mulai disusun, dan tekanan sosial sering ikut datang. Di fase ini, tabungan sering diuji.

|Baca juga: Pentingnya Memiliki Tabungan Khusus untuk Hobi

|Baca juga: 5 Manfaat Kartu Kredit untuk Traveling dan Booking Hotel

|Baca juga: Wajib Baca, Begini 3 Strategi Kelola Keuangan untuk Generasi Sandwich

Ada bulan di mana tabungan bertambah, ada juga bulan di mana harus digunakan. Hal ini wajar. Tabungan berperan sebagai penyangga, bukan angka yang harus terus naik tanpa henti. Yang penting adalah tetap memberi ruang untuk menabung, meski tidak selalu dalam jumlah yang sama. Fleksibilitas membantu kamu bertahan tanpa merasa bersalah.

Usia matang dan kebutuhan akan stabilitas

Di usia yang lebih matang, banyak orang mulai mencari kestabilan. Tabungan dipandang sebagai alat untuk menjaga ketenangan hidup. Kebutuhan mungkin tidak sebanyak dulu, tapi tanggung jawab tetap ada.

Tabungan di fase ini membantu menghadapi perubahan dengan lebih tenang. Bisa untuk kesehatan, keluarga, atau rencana masa depan yang ingin dijalani tanpa tekanan. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kebiasaan menabung. Setiap langkah kecil tetap memberi dampak.

Mengapa target angka sering tidak adil

Target tabungan berbasis usia sering mengabaikan konteks. Dua orang dengan usia sama bisa punya kondisi finansial sangat berbeda. Membandingkan angka justru sering memicu rasa gagal yang tidak perlu. Pendekatan yang lebih sehat melihat tabungan sebagai alat bantu hidup. Selama tabungan berfungsi memberi rasa aman dan fleksibilitas, nilainya sudah sesuai tujuan.

Menyusun target tabungan versi pribadi

Target tabungan sebaiknya disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan. Pertanyaan yang bisa diajukan sederhana. Untuk apa tabungan ini disiapkan. Kapan kemungkinan digunakan. Seberapa sering bisa diisi. Dengan menjawab pertanyaan ini, target terasa lebih hidup dan relevan. Tabungan bukan lagi angka abstrak, tapi bagian dari rencana hidup yang nyata.

Menabung di tengah dinamika hidup

Hidup jarang berjalan lurus. Ada masa stabil, ada masa penuh kejutan. Tabungan hadir untuk membantu kamu melewati dinamika ini. Di bulan tertentu, menabung terasa ringan. Di bulan lain, bertahan saja sudah cukup. Keduanya sah dan manusiawi.

|Baca juga: Ternyata Ini 4 Tantangan Sandwich Generation, Kamu Nomor Berapa?

|Baca juga: Mau Hidup Tenang dan Nyaman saat Pensiun, Begini 10 Cara Mempersiapkannya Sejak Muda!

|Baca juga: 5 Tips Menata Ulang Keuangan di Awal Tahun

Selain itu, menabung sering dianggap kewajiban finansial. Padahal, ia juga bentuk menghargai diri sendiri. Kamu memberi perlindungan pada versi dirimu di masa depan Sekecil apa pun jumlahnya, tabungan menunjukkan kamu peduli pada keberlanjutan hidupmu sendiri. Sikap ini mencerminkan kedewasaan yang tidak selalu terlihat dari luar.

Menghindari perbandingan yang melelahkan

Media sosial sering menampilkan pencapaian finansial dalam bentuk angka besar. Tanpa sadar, ini memicu perbandingan yang melelahkan. Mengembalikan fokus ke kondisi sendiri membantu kamu lebih tenang. Tabunganmu tidak harus terlihat mengesankan di mata orang lain. Namun, bekerja untuk kebutuhanmu.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Wajib Tahu, Ini 5 Pengeluaran Awal Tahun yang Perlu segera Disiapkan!
Next Post Musim Hujan Datang, Usaha-Usaha Ini Cocok untuk Mendulang Cuan

Member Login

or