Media Asuransi, JAKARTA – Nongkrong kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Mulai dari ngopi sepulang kerja, bertemu teman lama sambil makan, hingga mencari suasana baru saat akhir pekan. Kegiatannya memang terasa sederhana, namun tanpa disadari biaya kecil yang keluar bisa terkumpul sedikit demi sedikit.
Mengutip Bank Neo Commerce, Minggu, 1 Februari 2026, sampai akhirnya akhir bulan tiba dan kamu baru sadar uang jajan sudah habis entah ke mana. Mengelola biaya nongkrong bukan berarti harus menarik diri dari pergaulan. Dengan sikap yang lebih terencana dan sadar, kamu tetap bisa menikmati kebersamaan tanpa membuat kondisi keuangan ikut terguncang.
Tentukan batas nyaman sejak awal bulan
Langkah paling realistis adalah menentukan batas pengeluaran nongkrong di awal bulan. Angka ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan, bukan mengikuti standar lingkungan. Batas ini berfungsi sebagai pagar, bukan penjara. Kamu tetap bebas memilih tempat dan momen, tapi tahu kapan harus menahan diri. Dengan batas yang jelas, keputusan nongkrong terasa lebih tenang karena sudah masuk rencana.
Pilih nongkrong yang punya makna
Tidak semua ajakan nongkrong perlu diikuti. Ada momen yang benar benar ingin kamu datangi karena orangnya atau suasananya, ada juga yang bisa dilewatkan tanpa rasa bersalah. Memilih nongkrong yang punya makna membuat pengeluaran terasa lebih sepadan. Kamu hadir dengan niat, bukan sekadar ikut arus. Hasilnya, pengalaman lebih berkesan dan dompet lebih terjaga.
Datang dengan tujuan yang jelas
Sering kali pengeluaran membengkak karena datang tanpa tujuan. Awalnya hanya ingin minum kopi, lalu berlanjut pesan makanan, tambah dessert, dan akhirnya menambah minuman lagi. Datang dengan tujuan sederhana membantu kamu tetap fokus. Misalnya hanya minum kopi dan ngobrol, atau makan lalu pulang. Tujuan ini bukan aturan kaku, tapi pengingat agar keputusan tetap sadar.
Perhatikan waktu nongkrong
Waktu nongkrong memengaruhi pengeluaran. Nongkrong terlalu lama sering memicu tambahan pesanan yang sebenarnya tidak direncanakan. Menentukan durasi sejak awal membantu kamu menikmati tanpa kebablasan. Nongkrong satu hingga dua jam sering sudah cukup untuk bersosialisasi dan recharge, tanpa harus menambah pesanan berkali kali.
Jangan sungkan pilih tempat yang lebih bersahabat
Tempat nongkrong tidak selalu harus yang paling viral atau mahal. Banyak tempat nyaman dengan harga lebih bersahabat dan suasana yang tidak kalah enak. Mencari alternatif ini menunjukkan bahwa kamu mengutamakan pengalaman, bukan gengsi. Nongkrong tetap seru saat obrolannya nyambung dan suasananya pas, berapa pun harga menunya.
Manfaatkan promo dengan bijak
Promo bisa membantu menekan pengeluaran jika digunakan dengan sadar. Diskon minuman, cashback, atau promo pembayaran sering tersedia dan cukup membantu. Namun, promo sebaiknya jadi alat bantu, bukan alasan untuk belanja lebih banyak. Gunakan saat memang sudah berencana nongkrong, bukan sebaliknya.
Pisahkan uang nongkrong dari uang harian
Salah satu cara paling efektif mengontrol pengeluaran adalah memisahkan uang nongkrong dari uang kebutuhan harian. Dengan pemisahan ini, kamu tahu persis berapa sisa dana yang masih aman digunakan. Saat dana nongkrong menipis, itu menjadi sinyal alami untuk menahan diri. Cara ini lebih halus dibandingkan dengan melarang diri sendiri, tapi tetap efektif.
Sadari pengaruh FOMO
FOMO sering menjadi pemicu pengeluaran impulsif. Takut ketinggalan cerita atau momen membuat kamu ikut nongkrong meski kondisi keuangan sedang ketat. Menyadari hal ini membantu kamu mengambil jarak sejenak sebelum memutuskan. Teman yang baik akan tetap ada meski kamu sesekali absen. Keuangan yang sehat juga bagian dari menjaga diri sendiri.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
