1
1

Kamu Sandwich Generation? 9 Tips Atur Keuangan Ini Cocok Buat Kamu!

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, JAKARTASandwich generation adalah kondisi saat seseorang tidak hanya menanggung kebutuhan finansial diri sendiri, melainkan juga anak-anak dan orang tua yang lanjut usia. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri. Agar finansial tidak berantakan, sandwich generation harus melakukan manajemen keuangan secara tepat.

Menjalani peran sebagai sandwich generation memang bukanlah hal mudah karena tanggung jawabnya yang besar. Kamu harus mampu menyeimbangkan kondisi finansial supaya dapat mencukupi kebutuhan keluarga sekaligus merencanakan masa depan. Kunci utama menjaga keamanan finansial adalah dengan mengelola uang secara cermat.

|Baca juga: Bukan Sekadar Uang Receh, Ini Peran Penting Petty Cash di Perusahaan

|Baca juga: Belum Miliki Hospital Insurance? Padahal Ini 5 Keuntungannya!

Melansir laman Pegadaian, Minggu 31 Agustus 2025, berikut tips mengatur keuangan untuk sandwich generation yang bisa diterapkan:

1. Membuat anggaran finansial yang disiplin

Pengelolaan keuangan secara efektif dapat dimulai dengan membuat anggaran yang disiplin sekaligus realistis. Catatlah seluruh pengeluaran dan pendapatan bulanan dengan cermat. Klasifikasikan kebutuhan menurut kepentingan serta urgensi, seperti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Dengan demikian, alokasi dana menjadi lebih jelas.

Jangan lupa untuk mengevaluasi pengeluaran setiap bulan secara rutin. Sebaiknya, pangkas kebutuhan yang tidak terlalu penting untuk menghindari belanja impulsif atau sikap konsumtif lainnya.

2. Meningkatkan literasi keuangan

Pada dasarnya, finansial bersifat dinamis dan berkembang. Oleh karena itu, perbanyak literasi keuangan untuk menambah insight baru. Kamu bisa membaca tips-tips keuangan di buku, menonton video edukasi, atau mengikuti seminar terkait pengelolaan keuangan.

Tidak hanya pengetahuan, kamu bahkan dapat menemukan peluang baru mendapatkan penghasilan tambahan atau membangun jaringan koneksi yang lebih luas. Wawasan keuangan tersebut bisa diajarkan kepada anak-anak sejak dini, dimulai dari konsep tentang uang. Dengan begitu, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi bijaksana secara finansial di kemudian hari.

3. Mencari peluang tambahan

Jika hanya terpaku pada satu sumber pendapatan, sandwich generation akan berisiko mengalami kesulitan dalam memenuhi tanggung jawab finansial secara keseluruhan. Sebagai solusi, cobalah mencari peluang tambahan dengan side hustle agar fleksibilitas anggaran lebih meningkat dan arus kas menjadi lebih kuat.

Di era digital ini, kesempatan untuk berbisnis daring atau membuka jasa tenaga lepas terbuka lebar. Untuk itu, manfaatkanlah keterampilan yang dikuasai guna memperoleh pemasukan tambahan.

4. Membuat dana darurat

Kebutuhan mendesak sering kali tidak terelakkan. Untuk menghadapi situasi tersebut, hendaknya kamu mempunyai dana darurat. Kamu bisa mulai mengalokasikan dana darurat sebanyak 6-12 kali pengeluaran setiap bulan. Di samping itu, jangan lupa menyiapkan dana pensiun sebagai jaminan di hari tua nanti.

|Baca juga: BCA (BBCA) Blak-blakan soal Isu Akuisisi 51% Saham oleh Pemerintah, Ini Faktanya!

|Baca juga: 4 Cara Ampuh Ajarkan Generasi Sandwich Tetap Stabil Finansial

Alokasikan setidaknya 10-20 persen uang dari gaji bulanan untuk tabungan dana darurat dan pensiun. Simpanlah di rekening terpisah agar tidak tercampur dengan budget harian.

5. Mendaftar asuransi

Selain dana pensiun dan darurat, pertimbangkan juga untuk mendaftar asuransi sebagai bentuk proteksi terhadap diri sendiri beserta seluruh anggota keluarga. Dengan cara mengatur keuangan untuk sandwich generation ini, beban ataupun risiko finansial akibat situasi tidak terduga dapat diantisipasi tanpa mengganggu rencana anggaran keuangan.

6. Terbuka dengan keluarga

Bersikap terbuka dengan keluarga sangatlah penting. Ajaklah suami/istri dan orang tua untuk saling berkomunikasi tentang keuangan. Cara mengatur keuangan untuk sandwich generation ini bertujuan agar anggota keluarga bisa memahami kondisi keuanganmu.

Cobalah untuk menjelaskan kepada mereka terkait rencana finansial yang mencakup prioritas kebutuhan, tabungan, dan lainnya. Usahakan untuk rutin menjadwalkan pertemuan keluarga agar evaluasi anggaran bisa dilakukan bersama-sama.

Hal ini dapat membuat mereka merasa dilibatkan dalam setiap keputusan finansial. Dengan begitu, kamu pun tidak perlu mengemban beban sendirian.

7. Memaksimalkan manfaat di tempat kerja

Umumnya, karyawan menerima beragam manfaat atau benefit dari perusahaan, seperti asuransi kesehatan, program pensiun, tunjangan pendidikan, dan lain sebagainya. Beberapa perusahaan mungkin tidak menawarkan manfaat tersebut, namun sebaiknya manfaatkan dengan sebaik-baiknya apabila tempat kerjamu menyediakannya.

Kamu juga bisa melakukan konsultasi dengan pihak manajemen perusahaan guna mengetahui manfaat tambahan yang memungkinkan keringanan beban finansial.

8. Menjaga kesehatan fisik dan mental

Sandwich generation tidak hanya menanggung beban finansial, tetapi juga emosional sehingga membuat hal ini membutuhkan perhatian lebih. Jika kesehatan fisik dan mental tidak dijaga dengan baik, dampak buruk dapat terasa. Oleh karena, selalu prioritaskan pola hidup sehat.

Jangan ragu untuk pergi ke dokter jika mulai merasakan stres atau kelelahan berlebihan. Kamu pun bisa berkonsultasi dengan ahli finansial guna mendapatkan saran keuangan yang tepat.

9. Investasi emas

Saat kondisi finansial sudah cenderung stabil dan teratur, mulailah untuk mengalokasikan dana investasi. Salah satu pilihan investasi dengan potensi risiko rendah dan peluang keuntungan yang bisa diandalkan adalah investasi emas.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Dua Korporasi Terbitkan Obligasi Senilai Rp2,47 Triliun
Next Post Sudah Tahu Apa Saja Tunjangan Karyawan? Kalau Belum Wajib Baca Informasi Ini!

Member Login

or