Media Asuransi, JAKARTA -Menjelang Idulftiri, satu pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah ‘kapan tunjangan hari Raya atau THR cair?’ Bagi banyak pekerja di Indonesia, THR Idulfitri bukan sekadar tambahan penghasilan, tapi juga punya bagian penting dalam perencanaan keuangan tahunan.
Selain untuk memenuhi kebutuhan persiapan mudik dan belanja kebutuhan hari raya, THR biasanya juga digunakan oleh banyak orang untuk membayar kewajiban finansial. Mengetahui jadwal perkiraan waktu pencairan THR Idulfitri sekaligus cara mengelolanya dengan bijak bisa membantu kamu memaksimalkan manfaatnya.
Mengutip Allianz Life Indonesia, Minggu, 8 Maret 2026, jadwal THR cair sebenarnya sudah diatur secara resmi oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa THR wajib dibayarkan paling lambat tujuhhari sebelum hari raya keagamaan. Artinya, perusahaan tidak boleh menunda pembayaran THR hingga hari raya tiba. THR merupakan hak setiap pekerja, baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak, selama memenuhi syarat masa kerja yang telah ditentukan.
Untuk memperkirakan kapan THR Idulfitri 2026 cair, kamu bisa melihat perkiraan tanggal Idulfitri. Berdasarkan kalender, Idulfitri atau Lebaran diperkirakan jatuh pada 20-22 Maret 2026. Dengan ketentuan pembayaran maksimal H-7 maka:
- Jika Lebaran jatuh pada 20 Maret 2026 maka THR cair paling lambat pada 13 Maret 2026.
- Jika Lebaran jatuh pada 21-22 Maret 2026 maka THR cair paling lambat pada 14-15 Maret 2026.
Dengan mengetahui perkiraan waktu ini, kamu bisa mulai menyusun rencana keuangan Lebaran lebih awal dan menghindari pengeluaran yang tidak terencana.
|Baca juga: Jangan Asal Menabung, Begini 5 Cara Memilih Tabungan Sesuai Kebutuhan
|Baca juga: 9 Tips Mengatur Keuangan Keluarga di Awal 2026 agar Lebih Aman dan Terkendali
Lantas pertanyaan berikutnya berapa besaran THR yang diterima? Mengetahui kapan THR cair memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah memahami berapa besar THR yang akan kamu dapatkan. Besaran THR juga sudah diatur dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016. Berikut ketentuannya:
Pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih, berhak mendapatkan THR sebesar satu bulan upah penuh.
Pekerja dengan masa kerja satu bulan sampai kurang dari 12 bulan maka THR diberikan secara proporsional dengan rumus masa kerja / 12 x 1 bulan upah.
Cara mengelola THR
THR memang datang setahun sekali, tapi manfaatnya bisa dirasakan lebih lama jika dikelola dengan bijak. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu terapkan:
1. Prioritaskan kewajiban finansial
Langkah pertama dalam mengelola THR adalah menyelesaikan kewajiban. Bagi kamu yang Muslim, jangan lupa menunaikan zakat fitrah dan zakat lainnya sesuai ketentuan. Selain itu, kamu juga bisa mengalokasikan THR untuk membayar cicilan atau utang dan jangan lupa memberikan THR kepada asisten rumah tangga, sopir, atau pekerja lain yang membantu kamu. Idealnya, sekitar 30 persen THR bisa dialokasikan untuk kewajiban ini, tergantung kondisi keuangan masing-masing.
2. Sisihkan THR untuk tabungan dan dana darurat
THR bisa menjadi momentum untuk memperkuat kondisi keuangan. Misalnya dengan menambahkan dana darurat, tabungan jangka panjang, biaya pendidikan anak, persiapan pensiun, dan kamu bisa menyisihkan sekitar 20 persen dari THR untuk tujuan ini agar keuangan tetap aman setelah hari raya.
3. Atur anggaran untuk kebutuhan hari raya
Tidak bisa dipungkiri, hari raya identik dengan pengeluaran tambahan seperti mudik, beli baju baru, hidangan khas Lebaran, dan memberi uang kepada keluarga dan kerabat. Supaya tidak kebablasan, pastikan kamu membuat anggaran yang realistis agar pengeluaran ini tidak melebihi kemampuan.
4. Kendalikan keinginan belanja berlebihan
Diskon besar-besaran menjelang lebaran sering kali menggoda. Namun, cara mengelola THR yang tepat adalah dengan menahan diri dari belanja impulsif. Sebelum membelinya, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah barang-barang yang dilihat itu benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat?
5. Manfaatkan untuk perencanaan masa depan
Selain kebutuhan jangka pendek, THR juga bisa dimanfaatkan untuk perencanaan masa depan. Kamu bisa menggunakan sebagian THR untuk berinvestasi seperti membeli emas atau reksa dana. Langkah ini bisa membantu kamu menjaga nilai uang sekaligus mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
