Media Asuransi, JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek memiliki makna keagamaan dan sosial yang kuat bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa. Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun, tetapi juga sebagai sarana refleksi, penguatan nilai keluarga, serta ungkapan rasa syukur atas kehidupan yang telah dijalani.
Melansir laman Kesrasetda, Senin, 16 Februari 2026, bagi umat Khonghucu dan warga Tionghoa makna imlek adalah saatnya berkumpul dengan keluarga merayakan dan mengucapkan syukur atas berkah yang diterima tahun kemarin.
Secara keagamaan, Imlek diperingati sebagai hari besar umat Khonghucu yang ditandai dengan pelaksanaan upacara sembahyang. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah kehidupan serta kesempatan untuk memasuki tahun yang baru.
Dalam praktiknya, perayaan Imlek juga berkembang menjadi tradisi budaya yang dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa. Salah satu nilai utama dalam perayaan Imlek adalah refleksi diri.
|Baca juga: 4 Shio yang Diramal Bakal Sukses di 2026, Apakah Kamu Termasuk?
|Baca juga: Jadi Pisau Bermata Dua, Ternyata Begini 4 Cara Bijak Gunakan Kartu Kredit!
Momen ini dimanfaatkan untuk meninjau kembali perjalanan hidup selama satu tahun terakhir, termasuk mengevaluasi kesalahan yang pernah dilakukan. Refleksi tersebut diiringi dengan tekad untuk memperbaiki diri dan menjalani tahun baru dengan cara hidup yang lebih baik.
Selain refleksi, Imlek juga identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga besar. Anggota keluarga, termasuk yang tinggal di luar kota atau luar daerah, berupaya pulang untuk merayakan Imlek bersama.
Dalam tradisi ini, generasi muda memiliki kewajiban mengunjungi generasi yang lebih tua, terutama orang tua dan orang tua besan, sebagai bentuk penghormatan dan menjaga ikatan kekeluargaan.
Tradisi lain yang melekat dalam perayaan Imlek adalah pembagian angpau. Angpau diberikan oleh generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda sebagai simbol perhatian dan doa. Pemberian ini mengandung harapan agar generasi muda dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih maju, khususnya dalam aspek ekonomi.
Imlek juga ditandai dengan kebiasaan mengenakan pakaian baru. Tradisi ini melambangkan meninggalkan hal-hal lama dan memulai lembaran baru dalam kehidupan. Sementara itu, warna merah menjadi elemen visual yang paling dominan dalam perayaan Imlek.
Bagi masyarakat Tionghoa, warna merah melambangkan kegembiraan dan optimisme, serta diyakini membawa energi positif dalam mengawali tahun yang baru.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
