1
1

Pasar Perkantoran CBD Jakarta Mulai Pulih, Okupansi Naik ke 75,8% di Kuartal IV/2025

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – CBRE Indonesia mengungkapkan kinerja pasar perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta menunjukkan tanda pemulihan pada kuartal IV/2025. Hal tersebut tercermin dari nilai okupansi yang naik ke 75,8 persen.

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus menyampaikan pertumbuhan permintaan ruang kantor meningkat seiring terbatasnya pasokan baru dan mulai kembalinya aktivitas kerja di kantor.

Anton menjelaskan sepanjang 2025 permintaan yang diukur dari penyerapan bersih ruang kantor di kawasan CBD Jakarta mencapai sekitar 64,456 meter persegi. Angka tersebut meningkat sekitar 17–18 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Permintaan yang diukur dari penyerapan ruang kantor, tahun lalu itu naik sekitar 65 ribu meter persegi,” kata Anton, dalam Media Briefing, di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Di sisi pasokan, ia menuturkan, masuknya suplai baru masih terbatas karena pengembangan proyek yang relatif minim dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tingkat hunian atau okupansi perkantoran di CBD Jakarta.

|Baca juga: CBRE Advisory Indonesia Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid di 2026

Hingga akhir 2025, tingkat okupansi tercatat mencapai sekitar 75,8 persen, dengan total stok pasokan mencapai 7,1 juta meter persegi. Pertumbuhan permintaan tersebut sudah berjalan dua tahun belakangan ini, membuat sedikit nilai sewa bisa menunjukkan adanya kenaikan.

Vakansi ruang kantor di CBD masih berada di kisaran 1,7 juta meter persegi, namun tren penyerapan yang meningkat membantu menahan tekanan. Dari sisi harga, pasar mulai menunjukkan tren kenaikan, khususnya gedung premium grade dan grade A yang memiliki fasilitas lebih modern dan incaran perusahaan yang sedang berkembang.

Anton menyebutkan vakansi ruang kantor di CBD hingga akhir 2025 masih berada di kisaran 1,7 juta meter persegi. “Dengan gambaran seperti tadi, kita memperkirakan dalam beberapa tahun ke depan, untuk perkantoran di CBD akan terus mengalami kenaikan tingkat hunian okupansi,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan harga sewa rata-rata perkantoran di CBD Jakarta berada di kisaran Rp170.850 per meter persegi per bulan. Ia menilai tren kenaikan harga sewa masih akan berlangsung secara bertahap seiring peningkatan tingkat hunian dan keterbatasan proyek baru di pasar.

|Baca juga: Moody’s Pangkas Outlook, BCA (BBCA) Blak-blakan tentang Dampaknya ke Kredit

|Baca juga: Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,39% di Kuartal IV/2025 Tertinggi di G20

Ke depan, CBRE Indonesia memproyeksikan tingkat okupansi perkantoran di CBD akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Pasokan baru yang akan masuk diperkirakan hanya sekitar 188 ribu meter persegi, termasuk dua proyek besar yakni Indonesia One dan proyek di kawasan Sudirman.

Ia menambahkan perbaikan pasar juga dipengaruhi perubahan kebijakan perusahaan yang mulai mendorong karyawan kembali bekerja di kantor setelah periode kerja jarak jauh. Kondisi tersebut memberikan dorongan tambahan terhadap permintaan ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta.

“Secara singkat kita bisa bilang bahwa perkantoran di CBD ini sudah mulai menunjukkan perbaikan,” pungkas Anton.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post CBRE Advisory Indonesia Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid di 2026
Next Post CIMB Niaga (BNGA) Hadirkan Digital Branch Semarang Pemuda 102

Member Login

or