Media Asuransi, JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada pekan pertama 2026, cukup stabil. Berdasar kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah secara periodik.
Perkembangan Nilai Tukar 12 -15 Januari 2026
Pada akhir hari Rabu, 14 Januari 2026
- Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.855 per dolar AS.
- Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 6,21 persen.
- DXY melemah ke level 99,06.
- Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke 4,132 persen.
|Baca juga: Rupiah Tembus Rp16.860/US$, BI Blak-blakan Ungkap Penyebab Rupiah Ambruk!
DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).
UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
Pada pagi hari Kamis, 15 Januari 2026
- Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.840 per dolar AS.
- Yield SBN 10 tahun naik ke 6,23 persen.
|Baca juga: Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah
Aliran Modal Asing (Minggu II Januari 2026)
- Premi CDS Indonesia 5 tahun per 14 Januari 2026 sebesar 71,43 bps (basis points), naik dibanding dengan 9 Januari 2026 sebesar 69,31 bps.
- Berdasar data transaksi 12-14 Januari 2026, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp7,71 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp8,15 triliun di pasar SBN dan Rp2,64 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto sebesar Rp3,08 triliun di pasar saham.
- Selama tahun 2026, berdasar data setelmen sampai dengan 14 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp5,33 triliun di SRBI dan Rp6,16 triliun di pasar saham, serta jual neto sebesar Rp9,91 triliun di pasar SBN.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 19 Januari 2026.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
