1
1

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah

Petugas Bank sedang menghitung uang tunai sebelum di distribusikan. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada pekan pertama Februari 2026, cukup stabil walau melemah dibandingkan pekan sebelumnya. Berdasar kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah secara periodik.

Pada akhir hari Kamis, 5 Februari 2026

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.825 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,30 persen.
  3. DXY menguat ke level 97,82.
  4. Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke 4,180 persen.

|Baca juga: Waspadai Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Pada pagi hari Jumat, 6 Februari 2026

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.850 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,37 persen.

|Baca juga: Danantara Indonesia Bersama Para Pemangku Kepentingan Dukung  Penguatan Struktur Pasar

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 9 Februari 2026.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AAJI Tegaskan Gejolak Pasar Modal Tidak Ganggu Stabilitas Investasi Industri Asuransi Jiwa
Next Post Asuransi Digital Bersama (YOII) Bakal Gelar RUPSLB di Maret 2026, Apa Saja yang Dibahas?

Member Login

or