1
1

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah

Perdagangan mata uang asing. | Foto: OCBC NISP

Media Asuransi, JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada pekan kedua Februari 2026, cukup stabil. Berdasar kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah secara periodik.

Pada akhir hari Kamis, 12 Februari 2026

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.810 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,42 persen.
  3. DXY melemah ke level 96,93.
  4. Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke 4,098 persen.

|Baca juga: Waspadai Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

|Baca juga: Indonesia Eximbank (LPEI) Bukukan Laba Bersih Rp252 Miliar di 2025

Pada pagi hari Jumat, 13 Februari 2026

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.815 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,38 persen.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bantu Nasabah Berinvestasi Sambil Beramal, Bank Muamalat Hadirkan Reksa Dana Insight Haji Syariah
Next Post UUS OCBC Blak-blakan tentang Kesiapan Spin-Off, Begini Lengkapnya!

Member Login

or