Media Asuransi, JAKARTA – Pendidikan anak adalah investasi terbesar yang dapat dilakukan orang tua untuk masa depan anak-anak mereka. Namun, biaya pendidikan akan terus meningkat setiap tahun. Jadi, penting bagi orang tua untuk merencanakan keuangan dengan baik.
Melansir Nobu National Bank, Sabtu, 7 Maret 2026, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk merencanakan keuangan pada pendidikan anak:
Investasi dan menabung jangka panjang untuk pendidikan anak
Memulai investasi dan membuka tabungan jangka panjang adalah dua hal yang dapat membantu orang tua untuk memastikan keberlangsungan pendidikan anak. Siapa pun bisa memulai investasi dan tabungan, meskipun saat ini belum berpasangan atau punya anak.
Investasi jangka panjang
Dengan memulai investasi sejak dini, Anda dapat memanfaatkan keuntungan dari compound interest. Investasi dalam bentuk saham, reksa dana, atau obligasi dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang dibandingkan dengan hanya menyimpan uang di tabungan biasa.
Kalau Anda baru akan memulai investasi, Anda bisa investasi di reksa dana pendidikan atau produk asuransi pendidikan yang menawarkan pertumbuhan nilai investasi seiring dengan berjalannya waktu.
Menabung secara konsisten
Selain investasi, menabung secara rutin juga sangat penting. Dengan menetapkan tujuan tabungan dan rutin menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulan, Anda dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk pendidikan anak.
|Baca juga: Deadline Mepet? Ini Solusi Pengiriman Dokumen Luar Negeri Super Cepat!
|Baca juga: 3 Strategi Utama Membangun Jaminan Finansial Keluarga Bareng Pasangan
Membuka rekening tabungan khusus pendidikan adalah langkah awal yang baik. Pilih juga tabungan dengan bunga yang kompetitif, supaya Anda bisa melipatgandakan uang Anda dengan lebih cepat.
Persentase pendapatan yang harus ditabung untuk pendidikan anak
Mungkin Anda bertanya, seberapa besar persentase yang harus ditabung dari penghasilan Anda sekarang? Ini tergantung pada beberapa faktor seperti pendapatan keluarga, jumlah anak, dan jenis pendidikan yang diinginkan.
Sebelum mulai menabung, ada baiknya Anda menetapkan target untuk pendidikan anak Anda, misalnya, apakah penting untuk si kecil belajar di sekolah swasta, atau sekolah negeri? Apakah Anda mau mereka kuliah di luar negeri, atau dalam negeri? Namun, sebagai panduan umum, berikut adalah beberapa saran:
Kalkulasi biaya pendidikan
Sebelum menetapkan persentase, orang tua perlu memperkirakan total biaya pendidikan anak hingga jenjang tertinggi yang diinginkan. Pertimbangkan semua biaya seperti uang sekolah, buku, seragam, ekstrakurikuler, dan biaya tambahan lainnya. Dengan mengetahui perkiraan biaya total, orang tua dapat menghitung berapa banyak yang perlu ditabung setiap bulan untuk mencapai tujuan tersebut.
20 persen dari pendapatan bulanan
Sebagai aturan umum, disarankan untuk menyisihkan sekitar 20 persen dari pendapatan bulanan untuk keperluan pendidikan anak. Ini bisa bervariasi tergantung pada kondisi keuangan keluarga, tapi angka ini adalah titik awal yang baik. Dari jumlah ini, sebagian bisa dialokasikan untuk tabungan jangka pendek dan sebagian lainnya untuk investasi jangka panjang.
Revisi dan penyesuaian rutin
Jangan lupa untuk selalu fleksibel, karena banyak faktor yang akan berubah. Setiap tahun, Anda bisa mengevaluasi dan menyesuaikan jumlah tabungan dan investasi sesuai dengan perubahan pendapatan dan biaya pendidikan. Ini membantu memastikan bahwa rencana keuangan tetap berada di jalur yang benar.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
