Media Asuransi, JAKARTA – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV/2025 tumbuh terbatas.
Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV/2025 yang tumbuh sebesar 0,83 persen year on year (yoy). Pertumbuhannya relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III/2025 yang sebesar 0,84 persen yoy.
|Baca juga: Thomas A.M. Djiwandono Dilantik Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe kecil dan menengah tumbuh positif di tengah penjualan unit properti tipe besar yang masih terkontraksi.
“Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tumbuh positif sebesar 7,83 persen yoy. Meningkat dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,29 persen yoy,” kata Ramdan dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 10 Februari 2026.
|Baca juga: Survei Perbankan BI Triwulan IV/2025: Penyaluran Kredit Baru Meningkat
Ditambahkan, dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 80,14 persen.
Sedangkan dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,88 persen dari total skema pembelian.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
