1
1

Survei Konsumen BI Januari 2026: Keyakinan Konsumen Meningkat

Suasana di pusat perbelanjaan di Bekasi. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Januari 2026, mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 127,0, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 123,5.

Direktur Eksekutif​ Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 tersebut bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang berada pada level optimis dan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

“Terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu, 11 Februari 2026.

|Baca juga: Survei Bank Indonesia: Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Januari 2026 meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp4,1-Rp5 juta yang mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 124,2. Sedangkan berdasar kelompok usia, peningkatan IKK terjadi pada sebagian besar kelompok usia dengan indeks tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (134,2). Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Semarang, Palembang, dan Padang.

Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat, tecermin dari IKE Januari 2026 sebesar 115,1, lebih tinggi dibandingkan dengan 111,4 pada bulan sebelumnya. Meningkatnya IKE bersumber dari kenaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) sebesar 123,7, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), 109,9, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat sebesar111,8. Lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 120,2 (IPSI), sebesar 106,5 (IKLK), dan 107,6 (IPDG).  Secara spasial, sebagian besar kota mencatatkan peningkatan IKE, terutama di Semarang, Padang, dan Palembang.

Secara umum, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tercatat meningkat. Berdasarkan pengeluaran, seluruh kelompok mencatatkan peningkatan indeks, kecuali responden dengan kelompok pengeluaran Rp4,1-Rp5 juta yang mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 118,8. Dari sisi usia, mayoritas kelompok mengalami peningkatan dengan indeks tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (136,6).

|Baca juga: Survei: 70% Kelas Menengah di Asia Tidak Siap Menghadapi Masa Pensiun

Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, seluruh kelompok mengalami peningkatan indeks, dengan indeks tertinggi tercatat pada kelompok sarjana (120,4). Sementara itu, IKLK meningkat pada sebagian besar kelompok usia, meskipun kelompok usia di atas 51 tahun masih berada pada zona pesimis

Dari sisi pengeluaran, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods pada seluruh kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, kecuali kelompok pengeluaran Rp4,1-Rp5 juta yang mengalami penurunan indeks menjadi 107,2. Berdasarkan kelompok usia, IPDG meningkat pada seluruh kelompok, dengan indeks tertinggi terjadi pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 118,5.

Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Januari 2026 sebesar 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya yang sebesar 135,6. Kenaikan IEK Januari 2026 bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) sebesar 146,0 dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) yang tercatat dan 135,3. Lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 140,8 (IEP) dan 130,8 (IEKU).

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) tercatat stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 135,1. Secara spasial, mayoritas kota mengalami peningkatan IEK dengan kenaikan tertinggi di Palembang, Semarang, dan Padang.

|Baca juga: Mahkamah Konstitusi Lanjutkan Sidang Uji Pasal 304 KUHD terkait Polis Asuransi

Di sisi lain, persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan mengalami peningkatan pada kelompok pengeluaran Rp1-Rp3 juta dan >Rp5 juta. Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi penghasilan meningkat pada seluruh kelompok, kecuali kelompok usia 51-60 tahun yang mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 128,2.

Sedangkan prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan mendatang tercatat meningkat pada tingkat pendidikan sarjana (145,2) dan pascasarjana (150,7). Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja tercatat meningkat pada kelompok usia 20-40 tahun dan >60 tahun, sedangkan kelompok usia 41-60 tahun mengalami penurunan indeks.

Pada Januari 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,3 persen. Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 11,2 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen.

Proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 16,5 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 14,9 persen. Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada sebagian besar kelompok pengeluaran yaitu kelompok Rp1-Rp4 juta dan >Rp5 juta.

Sementara itu, porsi pendapatan yang ditabung mengalami peningkatan pada sebagian kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok pengeluaran Rp1-Rp2 juta (17,4 persen).

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,39% di Kuartal IV/2025 Tertinggi di G20
Next Post CBRE Advisory Indonesia Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid di 2026

Member Login

or