1
1

Wajib Baca, 5 Kebiasaan Keuangan Ini Harus Hilang di 2026!

Ilustrasi. | Foto: Asia Insurance Review

Media Asuransi, JAKARTA – Tahun sudah baru, apa kabar resolusi di tahun sebelumnya yang belum terwujud? Kalau lihat-lihat catatan tahun lalu berapa banyak resolusi yang berhasil di-checklist? Dari keinginan yang paling kecil seperti beli makan enak setiap minggunya, sampai yang besar kayak liburan bersama keluarga ke luar negeri.

Mengutip OCBC, Sabtu, 7 Februari 2026, kalau lakukan refleksi diri, kira-kira kamu sudah tahu belum hal-hal yang buat niat baik tersebut nihil realisasinya? Mungkin, jawabannya ada di salah satu dari lima kebiasaan keuangan yang harus kamu hilangkan di 2026:

1. Terlalu sering nombok dengan pinjam uang ke orang terdekat

Data dari OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan 39 persen masih sering meminjam uang ke teman/keluarga, yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup. Ini menunjukkan hampir setengah dari masyarakat yang masih mengadopsi gaya hidup seperti peribahasa ‘lebih besar pasak daripada tiang’.

|Baca juga: 8 Jurus Ampuh untuk Mengurangi Membandingkan Hidup dengan Orang di Media Sosial

|Baca juga: Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?

2. Gaji baru masuk, uangnya langsung pergi gitu saja

Sebanyak 14 persen masyarakat memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Saat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, kondisi ini biasanya bukan hanya soal kurangnya penghasilan, tetapi disebabkan juga oleh gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan. Kalau dibiarkan, bagaimana mau berinvestasi untuk masa depan, jika menabung saja sulit?

3. Merasa aman karena pakai mindset ‘yang penting bayar dulu’

Membayar tagihan kartu kredit dengan nominal paling minimum mungkin terasa melegakan, tapi hanya untuk jangka pendek. Karena, sebenarnya kebiasaan ini bisa menjadi jebakan finansial untuk ke depannya. Data Financial Fitness Index 2025 dari OCBC menunjukkan 56 persen hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Jika dibiarkan, kartu kredit yang semula jadi alat bantu justru berubah menjadi beban jangka panjang.

4. Fear of Missing Out (FOMO) yang berlebih

Iya sih, tekanan sosial memang punya pengaruh yang besar terhadap keputusan finansial seseorang. Tapi, bukan berarti harus selalu ikuti apa yang dilakukan teman- teman kita! Menurut data Financial Fitness Index OCBC 2025, sebanyak 76 persen menghabiskan uang yang dimiliki untuk mengikuti gaya hidup teman. Mulai dari nongkrong bersama, liburan, hingga tren belanja membuat seseorang banyak mengorbankan keuangannya demi merasa ‘tidak ketinggalan’. Padahal, sifat ini membuat kamu bisa kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.

|Baca juga: 6 Rutinitas Pagi Versi Realistis yang Bisa Kamu Jalani Setiap Hari

|Baca juga: Saat Banyak Orang Kerja Ganda, Apakah Satu Pekerjaan Masih Aman?

5. Mau jalan pintas demi cuan instan

Dengan maraknya cerita di sosial media terkait bagaimana cara sukses instan, pastinya keinginan untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat sering kali menggoda. Apabila keinginan ini diwujudkan tanpa pemahaman risiko, sering kali berujung pada kerugian. Sebanyak 10 persen dari masyarakat menurut data OCBC Financial Fitness Index 2025 melakukan spekulasi berlebihan untuk keuntungan yang instan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Melepas Kepenatan Jakarta dengan Kesegaran Laut Kepulauan Seribu

Member Login

or