1
1

Employee Benefit Jadi Pilar Stabilitas Bisnis di Tengah Dinamika Global 2026

Peserta Employee Benefit Partnership Forum 2026 berfoto bersama. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, CIKARANG – Great Eastern Life Indonesia bersama OCBC kembali menyelenggarakan Employee Benefit Partnership Forum 2026 di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Forum ini dihadiri oleh 19 perusahaan dari sektor manufaktur dan industri dengan total 38 peserta yang terdiri dari HR, Finance, hingga level manajemen dan direksi.

Melihat tahun 2026 yang diawali dengan berbagai dinamika geopolitik global dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi dunia, forum ini menghadirkan dua perspektif utama: stabilitas makroekonomi dan penguatan strategi perlindungan karyawan. Melalui pendekatan tersebut, Great Eastern Life Indonesia dan OCBC mendorong perusahaan agar tidak hanya siap menghadapi risiko eksternal, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan bisnis melalui pengelolaan employee benefit yang lebih strategis dan terukur.

Dalam sesi Market Outlook 2026 bertajuk “Lanskap Global di Awal Tahun dan Arah Indonesia ke Depan”, melengkapi perspektif cash solutions, Gianto Kusno, Head of Transaction Banking OCBC, menjelaskan bagaimana digitalisasi solusi perbankan dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan kemudahan yang nyata. OCBC menghadirkan solusi cash management yang unik melalui fitur multi-currency account, transaction benefit, hingga solusi keuangan yang terintegrasi melalui Host to Host & API yang membantu meningkatkan efektifitas transaksi, meminimalkan human error serta monitoring transaksi secara real time.

|Baca juga: Great Eastern Life Indonesia dan OCBC Hadirkan One Stop Solution untuk Perusahaan

Dari sisi kesehatan, forum ini menghadirkan sesi Health Talk bertema “Deteksi Penyakit Jantung Sejak Dini” yang disampaikan oleh dr. Nabella Meriem Annisa Fitri, General Practitioner RS EMC Cikarang. Sesi ini menekankan pentingnya deteksi dini faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi, obesitas, dan gangguan metabolik yang kerap ditemukan dalam hasil medical check-up karyawan dan berpotensi berdampak langsung pada produktivitas serta biaya klaim kesehatan perusahaan.

Sejalan dengan hal tersebut, R. Wiena Cahyaningsih, Head of Group Insurance Great Eastern Life Indonesia, memaparkan tren The Future of Sustainable Employee Benefits 2026. Employee benefit tidak lagi dipandang sekadar kewajiban tambahan di luar BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, tetapi sebagai bagian dari strategi manajemen risiko perusahaan.

Sebagai bagian dari implementasi wellness strategy, peserta juga mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang didukung oleh Optik Melawai, RS EMC Cikarang, dan Good Doctor. Layanan meliputi pemeriksaan mata, pendengaran, dan Airdoc berbasis analisis retina, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta pemeriksaan Body Mass Index (BMI).

|Baca juga: Great Eastern Life Indonesia dan OCBC Ajak Perusahaan Mengenal Wellness Program

Antusiasme peserta tercermin dari diskusi aktif seputar pengelolaan risiko kesehatan jangka panjang, optimalisasi cash flow melalui solusi digital banking, serta integrasi employee benefit sebagai pelengkap program jaminan sosial nasional. Sejumlah perusahaan menilai forum ini memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam memilih penyedia proteksi karyawan yang mampu menghadirkan nilai tambah, bukan sekadar perlindungan dasar.

Employee benefit tidak dapat lagi dilihat hanya sebagai biaya, melainkan sebagai investasi strategis perusahaan. Dengan kombinasi proteksi yang tepat, wellness program yang terukur, dan dukungan solusi perbankan yang efisien, perusahaan dapat menjaga stabilitas bisnis sekaligus meningkatkan kualitas hidup karyawan secara berkelanjutan.

Melalui acara ini, Great Eastern Life Indonesia dan OCBC menegaskan komitmen untuk menghadirkan one stop solution bagi perusahaan dengan mengintegrasikan perlindungan jiwa dan kesehatan, edukasi preventif, serta solusi perbankan yang mendukung efisiensi operasional.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pinhome Sebut Pasar Properti Indonesia Sap Bangkit di 2026
Next Post 4 Siasat Mengelola Kekayaan untuk Jangka Panjang

Member Login

or