Media Asuransi, JAKARTA – Keinginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur satu persoalan: modal. Begitu mulai menghitung biaya sewa tempat, stok barang, promosi, hingga risiko rugi di awal, banyak orang akhirnya menahan langkah. Di tengah kondisi tersebut, dunia kerja justru bergerak semakin dinamis. Pilihan karier kini tidak lagi terpaku pada jalur konvensional, jam kerja kaku, atau struktur organisasi.

Mereka mencari fleksibilitas sekaligus peluang untuk bertumbuh. Salah satu kisah yang menggambarkan pola pikir ini datang dari Raka Rosadi Putra, seorang agency builder di Prudential Syariah. “Saya cari yang risikonya cukup rendah, tapi tetap punya potensi profit. Dari beberapa opsi, Prudential Syariah itu awalnya pilihan terakhir. Tapi setelah saya eliminasi berdasarkan risiko dan peluangnya, justru ini yang paling ideal dan worth it buat saya,” ujarnya.
|Baca juga: Prudential Syariah dan Yayasan Islam Al-Azhar Berdayakan UMKM Hingga Komunitas
Profesi tenaga pemasar sering dianggap sebelah mata, padahal pada praktiknya profesi ini sangat dekat dengan semangat wirausaha. Tenaga pemasar membangun portofolio dan relasi, menyusun target dan mengatur waktunya sendiri. Banyak orang memilih jalur ini karena dua hal: fleksibilitas dan kesempatan bertumbuh.
Raka sendiri menyampaikan pesan sederhana untuk siapa pun yang ingin berkembang, apa pun latar belakangnya. “Tanya dulu, punya mimpi atau tidak, dan mau capainya bagaimana. Kalau masih ragu, kosongkan gelas—giat belajar dan lihat peluang dari sudut pandang baru,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kerja keras saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi kerja cerdas di tempat
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
